Ilustrasi seorang remaja memegang smartphone di depan logo Meta (Dok. Fortune)
JawaPos.com - Meta Platforms mengumumkan rencana untuk menggelontorkan dana sebesar 600 miliar dolar AS (Rp 10.014 triliun, kurs Rp 16.690 per dolar AS) untuk pengembangan infrastruktur dan tenaga kerja di Amerika Serikat dalam tiga tahun ke depan, dengan fokus utama pada pusat data kecerdasan buatan (AI).
Adanya investasi ini menegaskan ambisi Meta untuk memperkuat dominasi teknologi global melalui pengembangan AI.
CEO Meta, Mark Zuckerberg, menekankan strategi perusahaan dalam membangun kapasitas komputasi.
"Ini strategi yang tepat untuk mempercepat pembangunan kapasitas sehingga kami siap menghadapi skenario paling optimis," ujarnya dalam panggilan publik baru-baru ini, sebagaimana dikutip Reuters, Senin (10/11/2025).
Meta berencana membangun beberapa pusat data raksasa untuk mendukung AI dan memperkirakan pengeluaran modal akan meningkat signifikan tahun depan.
"Kami menyiapkan kapasitas secara agresif karena kami ingin siap menghadapi kebutuhan komputasi terbesar," kata Zuckerberg.
Pada Oktober lalu, Meta mengumumkan investasi 1,5 miliar dolar AS (sekitar Rp 25 triliun) untuk pembangunan pusat data di Texas, yang menjadi fasilitas ke-29 secara global. Sementara itu, perusahaan menandatangani kesepakatan pembiayaan senilai 27 miliar dolar AS (sekitar Rp 450,6 triliun) dengan Blue Owl Capital untuk pusat data di Louisiana, yang menjadi proyek terbesar Meta di dunia.
Selain membangun fasilitas fisik, investasi ini mencakup pengembangan tenaga kerja dan dampak ekonomi lokal. Sejak 2010, proyek pusat data Meta telah menciptakan lebih dari 30.000 pekerjaan terampil dan 5.000 pekerjaan operasional, serta mendistribusikan lebih dari 20 miliar dolar AS (Rp 333,8 triliun) kepada subkontraktor di Amerika Serikat.
Meta menekankan bahwa setiap pusat data dirancang hemat energi dan hemat air, guna meminimalkan dampak lingkungan dari pembangunan berskala besar. Upaya ini sejalan dengan target perusahaan untuk mengembangkan AI secara berkelanjutan.
Pengumuman ini muncul saat persaingan global di sektor AI semakin sengit. Laporan menunjukkan perusahaan teknologi besar lainnya juga meningkatkan penerbitan utang untuk membiayai proyek AI, dengan total mencapai 75 miliar dolar AS pada periode September–Oktober 2025.
Langkah Meta memperlihatkan bahwa infrastruktur AI bukan hanya soal teknologi, tetapi juga menjadi strategi geopolitik dan ekonomi. Dengan mempercepat kapasitas komputasi, perusahaan berharap dapat memanfaatkan peluang dari revolusi AI yang diperkirakan datang lebih cepat daripada prediksi pasar.
Namun, investor tetap menyoroti risiko finansial dari investasi besar ini. Meta memperingatkan pengeluaran modal tahun depan akan jauh lebih besar, sementara hasil nyata dari investasi AI masih harus dibuktikan di lapangan.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
