
Lukisan The Starry Night karya Vincent van Gogh pada 1889 (Dok. Google Arts and Culture)
JawaPos.com - The Starry Night bukan sekadar lukisan, karya ini merupakan simbol kejeniusan dan pergulatan batin yang dialami Vincent van Gogh. Dengan sapuan warna dramatis dan pusaran langit yang ikonik, lukisan tersebut terus memikat jutaan orang di seluruh dunia.
Melansir dari The Morris, The Starry Night merupakan lukisan minyak di atas kanvas karya pelukis pasca-impresionis Belanda, Vincent van Gogh. Dibuat pada Juni 1889, karya ini menampilkan pemandangan dari jendela kamarnya di rumah sakit jiwa yang menghadap ke timur, dilukis menjelang matahari terbit, dengan tambahan sebuah desa hasil imajinasi sang seniman.
Lukisan ini menjadi bagian dari koleksi permanen Museum of Modern Art (MoMA), New York City, sejak 1941 melalui hibah Lillie P. Bliss. Dianggap sebagai salah satu karya terbaik van Gogh, The Starry Night juga menjadi salah satu lukisan paling dikenal dalam sejarah budaya Barat.
Mengenal Vincent van Gogh
Mengutip dari EBSCO, Vincent van Gogh adalah pelukis Belanda yang karya-karyanya penuh emosi, menjadikannya salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah seni Barat. Lahir pada 1853 di North Brabant, van Gogh kecil telah menunjukkan minat besar pada alam dan menggambar.
Awalnya, ia sempat menekuni berbagai pekerjaan, termasuk menjadi misionaris. Tapi akhirnya ia memilih total menekuni seni, digerakkan keinginan untuk menggambarkan kehidupan orang-orang biasa, terutama para pekerja dan petani.
Perjalanan seninya berkembang pesat ketika ia pindah ke Paris dan bertemu aliran Impresionisme yang memengaruhi gaya warnanya. Masa paling produktif van Gogh terjadi saat ia tinggal di Arles, Prancis Selatan, tempat ia menciptakan banyak karya penting seperti The Starry Night dan The Potato Eaters.
Namun di balik produktivitas tersebut, van Gogh juga berjuang menghadapi gangguan kesehatan mental yang membawanya ke masa-masa perawatan. Ia kemudian wafat akibat bunuh diri pada 1890 di usia 37 tahun.
Di Balik Sebuah Mahakarya
Menurut Britannica, van Gogh menciptakan The Starry Night selama masa perawatan 12 bulan di rumah sakit jiwa Saint-Paul-de-Mausole di dekat Saint-Remy-de-Provence. Ia dirawat setelah mengalami gangguan mental dengan puncaknya ketika ia memotong sebagian telinganya dengan pisau cukur.
Selama masa itu, ia melukis dalam periode produktivitas yang naik turun, diselingi fase-fase keputusasaan. Karena lebih suka melukis berdasarkan pengamatan langsung, ia hanya dapat memanfaatkan subjek yang tersedia di sekitarnya yaitu, wajahnya sendiri, pemandangan dari jendela studio, serta lanskap sekitar yang bisa ia kunjungi dengan pendamping.
Meski ruang geraknya terbatas, gaya seni van Gogh justru berkembang. Ia bereksperimen dengan berbagai kondisi cuaca dan pencahayaan. Ia pun sering menggambarkan ladang gandum di bawah terik matahari musim panas atau awan badai gelap. van Gogh juga terobsesi pada tantangan melukis panorama malam.
Dalam surat kepada saudaranya, Theo, serta kepada Emile Bernard dan saudara perempuannya, Willemien, ia menyatakan bahwa malam justru lebih penuh warna dibanding siang. Bintang-bintang menurutnya tidak sekadar titik putih, tetapi bisa tampak kuning, merah muda, atau hijau.
Dengan gaya ekspresif yang ia kembangkan selama tinggal di Paris (1886-1888), ia mengaplikasikan cat langsung dari tube, menghasilkan tekstur impasto tebal dan warna-warna intens. Namun, van Gogh sendiri justru menganggap The Starry Night sebagai kegagalan, dan Theo juga menilai lukisan itu terlalu mengedepankan gaya dibanding substansi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022