Sergey Brin, Larry Page, dan Jeff Bezos yang kekayaannya melonjak seiring euforia AI (Business Insider)
JawaPos.com - Euforia global terhadap kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kini tercermin langsung pada lonjakan kekayaan para pendiri perusahaan teknologi terbesar dunia.
Larry Page dan Sergey Brin, pendiri Alphabet, bersama Jeff Bezos, pendiri Amazon, kini masuk jajaran individu dengan kekayaan mendekati 300 miliar dolar AS (setara sekitar Rp 5.049 triliun, dengan kurs Rp 16.830 per dolar AS), sebuah tonggak yang sebelumnya nyaris tak terbayangkan dalam sejarah kapitalisme modern.
Lonjakan tersebut mencerminkan bagaimana pasar modal global semakin memusatkan kepercayaan pada perusahaan teknologi yang menjadi motor utama pengembangan AI. Page dan Brin, yang masih memegang porsi saham signifikan di Alphabet, masing-masing mencatatkan kekayaan sekitar 281 miliar dolar AS dan 261 miliar dolar AS. Sementara itu, Bezos memiliki kekayaan sekitar 268 miliar dolar AS, seiring pulih dan menguatnya valuasi Amazon dalam dua tahun terakhir.
Dilansir dari Business Insider, Senin (12/1/2026), lonjakan kekayaan Page dan Brin sejalan dengan kenaikan saham Alphabet yang melonjak sekitar 65 persen sepanjang 2025 dan kembali naik 4,5 persen pada awal 2026. Antusiasme investor kian menguat seiring agresivitas Alphabet dalam mengintegrasikan AI ke bisnis inti pencarian dan periklanan digital.
Di sisi lain, saham Amazon naik lebih moderat, sekitar 5 persen pada 2025 dan 6 persen pada 2026, sejalan dengan keyakinan pasar bahwa investasi besar Amazon di AI dan komputasi awan mulai menunjukkan prospek imbal hasil.
Skala kekayaan individu tersebut kini sejajar dengan nilai perusahaan raksasa. Sebagai perbandingan, kapitalisasi pasar Costco, Netflix, atau Chevron berada di kisaran 300-400 miliar dolar AS, mempertegas bahwa konsentrasi kekayaan di sektor teknologi telah mencapai level yang menandingi korporasi publik terbesar dunia.
Meski menikmati lonjakan valuasi, Bezos sendiri mengingatkan bahwa euforia AI tetap menyimpan risiko. Dalam wawancara dengan Business Insider, pendiri Amazon itu menegaskan, "AI itu nyata, dan akan mengubah setiap industri," namun sekaligus menilai pasar berpotensi membentuk gelembung ketika valuasi bergerak lebih cepat dibandingkan fondasi bisnis jangka panjang.
Pandangan serupa tentang besarnya peran AI juga pernah disampaikan Larry Page. Dia menyatakan, "Kecerdasan buatan akan menjadi versi terbaik dari Google—mesin pencari yang benar-benar memahami segalanya," sebuah pernyataan yang mencerminkan keyakinan bahwa AI bukan sekadar produk tambahan, melainkan fondasi strategis masa depan Alphabet.
Secara struktural, lonjakan kekayaan ini menempatkan Page, Bezos, dan Brin dalam kelompok elite global yang semakin sempit. Dari total 18 centibillionaire, individu dengan kekayaan minimal 100 miliar dolar AS, terdapat tujuh orang yang memiliki kekayaan di atas 200 miliar dolar AS, termasuk Elon Musk dan Mark Zuckerberg. Secara kolektif, kelompok ini menguasai kekayaan sekitar 3,6 triliun dolar AS, melampaui nilai pasar sejumlah perusahaan teknologi terbesar dunia.
Namun demikian, optimisme tersebut tidak sepenuhnya tanpa kritik. Sejumlah analis memperingatkan bahwa belanja besar-besaran untuk chip, pusat data, dan infrastruktur AI berisiko menciptakan gelembung baru, mengingat tingkat investasi yang jauh melampaui pola siklus teknologi sebelumnya, termasuk era gelembung dot-com.
Jika Page, Bezos, dan Brin berhasil melampaui ambang 300 miliar dolar AS, pencapaian itu bukan sekadar catatan personal, melainkan penanda perubahan besar dalam arsitektur ekonomi global. Dengan Elon Musk masih memimpin sebagai individu terkaya dunia, dinamika ini menegaskan bahwa kekuatan ekonomi abad ke-21 semakin ditentukan oleh kendali atas teknologi AI, dan oleh segelintir tokoh yang berada di pusatnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022