
Ilustrasi lokasi Rukyatul Hilal di di Arab Saudi. (X/@HaramainInfo)
JawaPos.com - Pemerintah Arab Saudi resmi mengumumkan terlihatnya hilal penanda awal Ramadhan 1447 Hijriah pada hari ini, Selasa (17/2) waktu setempat.
Dengan keputusan tersebut, umat Islam di Kerajaan Saudi akan mulai menunaikan ibadah puasa esok hari, Rabu (18/2).
Proses rukyatul hilal dilakukan di sejumlah titik pemantauan utama, termasuk Hawtat Sudair dan Tumair di Al-Majma’ah Governorate.
Dua lokasi ini selama ini dikenal sebagai pusat observasi penentuan awal bulan Hijriah di Arab Saudi dan kerap menjadi rujukan regional.
Sebelum pengumuman resmi dirilis, para ahli falak telah memaparkan kondisi astronomis yang dinilai mendukung.
Abdulaziz Al-Muainaa dari Observatorium Al Hareeq menyebut matahari terbenam tepat pukul 17.52 waktu setempat dengan langit cerah serta visibilitas yang baik untuk melihat bulan sabit pertama.
“Cuaca dan posisi bulan memungkinkan hilal dapat teramati,” ujarnya dalam keterangan awal sebelum keputusan diumumkan, mengutip via Gulf News.
Dengan demikian, awal Ramadhan di Saudi berbeda dengan Indonesia. Karena di Indonesia posisi hilal hari ini tidak terlihat dan secara astronomis masih negatif, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada 19 Februari 2026.
Untuk diketahui juga, Ramadhan merupakan bulan kesembilan dalam kalender Islam dan dipandang sebagai bulan paling suci bagi umat Muslim.
Pada bulan inilah Alquran diyakini pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, tepatnya pada malam Lailatul Qadar.
Selama Ramadhan, umat Islam menjalankan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam, disertai peningkatan ibadah, sedekah, dan kegiatan sosial.
Di Arab Saudi, suasana Ramadhan biasanya terasa istimewa, terutama di Masjidil Haram, Makkah, dan Masjid Nabawi, Madinah, yang dipadati jamaah untuk salat tarawih dan buka puasa bersama.
Durasi Ramadhan bisa berlangsung selama 29 atau 30 hari, tergantung pada hasil rukyatul hilal untuk menentukan awal Syawal.
Sejumlah prediksi astronomi sebelumnya memperkirakan Ramadhan tahun ini berpotensi berlangsung selama 29 hari, namun kepastian tetap menunggu hasil pengamatan resmi menjelang Idul Fitri.
Penetapan awal Ramadhan oleh Arab Saudi juga sering menjadi referensi bagi sejumlah negara lain.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022