Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Manaure Quintero/REUTERS)
JawaPos.com - Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, meminta persidangan atas perkara pidana terhadap dirinya dibatalkan. Hal itu dikatakan Maduri karena menurutnya, otoritas Amerika Serikat (AS) telah melanggar hak-hak konstitusionalnya.
“Tindakan pemerintah AS tidak hanya merugikan haknya sendiri tetapi juga melemahkan kewenangan pengadilan untuk memberikan proses hukum yang adil bagi semua terdakwa sesuai dengan perlindungan dalam Konstitusi AS,” Ujar Maduro, dilansir dari Antara, Jumat (27/2).
Pihak pembela Maduro, sebagaimana tercantum pada dokumen tersebut, menegaskan bahwa hak-haknya telah dilanggar selama proses penuntutan pidana, dan meminta pengadilan AS untuk membatalkan dakwaan terhadapnya.
“Presiden Maduro dengan hormat memohon kepada Pengadilan ini untuk membatalkan Dakwaan Pengganti Keempat terhadap dirinya,” demikian isi pengaduan tersebut.
Lebih lanjut, dokumen pengadilan itu juga memuat pernyataan yang menyatakan bahwa Otoritas Venezuela tidak diizinkan membiayai pembelaan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di pengadilan.
“Pemerintah Amerika Serikat, meskipun mengizinkan berbagai transaksi komersial dengan Venezuela, melarang penasihat hukum menerima dana yang tidak tercemar dari pemerintah Venezuela, meskipun Venezuela berkewajiban mendanai pembelaan Bapak Maduro,” bunyi dokumen tersebut.
“Setiap persidangan yang berlangsung dalam keadaan seperti ini akan cacat secara konstitusional dan tidak dapat menghasilkan putusan yang akan bertahan terhadap tantangan di kemudian hari,” tambahnya.
Dokumen itu turut menyebutkan bahwa Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) AS menolak untuk mempertimbangkan kembali posisinya.
“OFAC telah menolak untuk mempertimbangkan kembali posisinya dan tidak akan memberikan lisensi yang memungkinkan pemerintah Venezuela mendanai pembelaan tersebut, sehingga mengganggu hak Bapak Maduro untuk mempertahankan penasihat hukum pilihannya,” demikian isi dokumen tersebut.
Adapun pada 3 Januari, AS melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela dengan menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, lalu membawa keduanya ke New York. Menurut otoritas AS, keduanya diduga terlibat dalam kasus “narko-terorisme”.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
