
Mojtaba Hosseini Khamenei terpilih jadi penerus Ayatollah Ali Khamenei. (NewsX)
JawaPos.com - Iran akhirnya menetapkan penerus bagi Ayatollah Ali Khamenei setelah periode duka nasional dan ketidakpastian politik menyusul kematiannya dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari lalu.
Media setempat melaporkan bahwa Majelis Ahli Iran secara resmi memilih putra Khamenei yakni Mojtaba Hosseini Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi yang baru. Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri spekulasi panjang mengenai siapa figur yang akan mengisi posisi paling berpengaruh dalam struktur politik dan keagamaan Republik Islam itu.
Dipilih oleh Majelis Ahli
Penunjukan Mojtaba dilakukan oleh Majelis Ahli, lembaga beranggotakan 88 ulama yang memiliki kewenangan konstitusional untuk memilih dan memberhentikan Pemimpin Tertinggi. Mekanisme ini sebelumnya juga digunakan pada 1989 saat Ayatollah Ruhollah Khomeini wafat dan digantikan oleh Khamenei.
Khamenei sendiri memimpin Iran selama 36 tahun. Ia tewas dalam serangan udara ketika berada di kompleks kediamannya. Serangan tersebut juga merenggut nyawa putrinya, menantu laki-lakinya, cucunya, serta istrinya, Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, yang sempat kritis sebelum akhirnya meninggal dunia akibat luka-luka yang diderita.
Dewan Sementara Serahkan Mandat
Sebelum pemilihan resmi dilakukan, tanggung jawab Pemimpin Tertinggi dijalankan oleh Dewan Kepemimpinan Sementara yang terdiri dari Ayatollah Alireza Arafi, Presiden Masoud Pezeshkian, dan Ketua Mahkamah Agung Gholamhossein Mohseni Ejei.
Dewan ini bertugas memastikan stabilitas pemerintahan hingga suksesi rampung.
Dengan terpilihnya Mojtaba, mandat dewan sementara tersebut otomatis berakhir.
Pemakaman di Mashhad, Upacara Besar di Teheran
Jenazah Khamenei sendiri dijadwalkan dimakamkan di kota suci Mashhad. Sementara itu, Garda Revolusi Iran mengumumkan akan menggelar upacara perpisahan besar di Tehran. Hingga kini, tanggal resmi pemakaman belum diumumkan ke publik.
Tantangan Berat di Tengah Eskalasi
Terpilihnya Mojtaba terjadi di tengah eskalasi militer yang belum mereda antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Washington sebelumnya memperingatkan bahwa setiap langkah balasan akan memicu peningkatan konflik. Di sisi lain, Teheran menegaskan bahwa perang yang terjadi adalah 'dipaksakan' dan bukan pilihan mereka.
Kini, sorotan dunia tertuju pada bagaimana Mojtaba Khamenei akan memimpin Iran di tengah tekanan eksternal, dinamika internal, serta ekspektasi dari jutaan pendukung garis keras yang menganggap posisi Pemimpin Tertinggi bukan sekadar jabatan politik, melainkan simbol otoritas religius tertinggi negara.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022