
Iris Dena, berlabuh di Rio de Janeiro, pada Februari 2023. (Ricardo Moraes/Reuters)
JawaPos.com - Ketegangan militer antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel kembali meningkat setelah sebuah kapal perang Iran dilaporkan tenggelam di Samudera Hindia, tidak jauh dari pesisir selatan Sri Lanka. Insiden ini menewaskan puluhan awak kapal dan memperluas cakupan konflik yang sebelumnya terpusat di kawasan Teluk.
Wakil Menteri Luar Negeri Sri Lanka mengidentifikasi kapal tersebut sebagai fregat IRIS Dena, kapal perang milik angkatan laut Iran yang saat itu sedang dalam perjalanan pulang menuju Iran setelah singgah di sebuah pelabuhan di India bagian timur, demikian mengutip Reuters, Kamis (5/3).
Menurut otoritas setempat, kapal tersebut diduga diserang oleh kapal selam militer Amerika Serikat di perairan internasional. Serangan itu terjadi ratusan mil dari kawasan Teluk Persia, wilayah yang selama ini menjadi pusat operasi militer antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, tidak membantah operasi tersebut. Dalam pernyataannya di Pentagon, ia menyebut kapal Iran itu diserang secara diam-diam oleh torpedo.
“Sebuah kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional diserang kapal selam Amerika. Kapal itu tenggelam oleh torpedo. Kematian yang sunyi,” ujar Hegseth.
Puluhan Korban Ditemukan
Otoritas rumah sakit di kota pelabuhan Galle, Sri Lanka, mengatakan tim penyelamat militer membawa 87 jenazah pelaut ke fasilitas medis setempat setelah menerima panggilan darurat pada dini hari.
Selain itu, sekitar 32 orang berhasil diselamatkan dan saat ini menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara itu, sekitar 60 awak kapal lainnya masih dinyatakan hilang dari total sekitar 180 personel yang diperkirakan berada di atas kapal ketika serangan terjadi.
Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan oleh Angkatan Laut Sri Lanka.
Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Komandan Buddhika Sampath, mengatakan kapal penyelamat yang pertama tiba di lokasi hanya menemukan tumpahan minyak besar di laut.
“Kami menemukan orang-orang mengapung di air dan segera mengevakuasi mereka. Setelah kami menanyakan identitasnya, barulah diketahui mereka berasal dari kapal Iran," kata Sampath kepada wartawan.
Rekaman Ledakan Beredar
Pentagon juga merilis sebuah video yang diklaim merekam momen serangan tersebut. Dalam rekaman itu terlihat kapal perang dihantam ledakan besar di bagian belakang kapal, membuat buritan terangkat sebelum akhirnya tenggelam perlahan.
Meski demikian, tanggal perekaman video tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Namun bentuk dek dan tiang kapal dalam video disebut mirip dengan citra arsip fregat IRIS Dena.
Beberapa korban selamat, termasuk komandan kapal dan sejumlah perwira senior, disebut telah memberi keterangan kepada Angkatan Laut Sri Lanka bahwa kapal mereka diserang oleh kapal selam.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022