
Suasana doa bersama dan penandatanganan petisi di kediaman Dubes Iran untuk Indonesia pada Kamis (5/3). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com-Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menegaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei telah memfatwakan bahwa penggunaan senjata nuklir hukumnya haram, namun pihak musuh membunuhnya dengan dalih senjata tersebut.
"Musuh membunuh pemimpin agung kami dengan tuduhan sedang mencoba untuk membangun senjata nuklir. Ini terjadi saat beliau (Ali Khamenei) telah memiliki fatwa bahwa berbagai bentuk penyimpanan produksi maupun penggunaan senjata nuklir (adalah) haram fatwanya," kata Dubes Boroujerdi dalam acara Penandatanganan Petisi dan Doa Bersama terkait agresi Amerika Serikat dan Israel di kediaman Duta Besar Iran, Jakarta, Kamis.
Dubes Boroujerdi menekankan bahwa seluruh aktivitas nuklir yang ada di negaranya, sepenuhnya berada di bawah pengawasan penuh dari Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).
Penargetan Khamenei dengan alasan pengembangan senjata nuklir pun, lanjutnya, semata-mata hanya dalih untuk membunuh. "Mereka (AS dan Israel) hanya mencari dalih dan alasan untuk menyerang Iran; dan ketika menyerang Iran, dua objek utama pada saat-saat pertama penyerangan dijadikan sasaran. Pertama adalah Kantor Pemimpin Agung Republik Islam Iran dan yang kedua adalah sebuah sekolah SD khusus perempuan," ucapnya.
Lebih lanjut, diplomat Iran itu mengenang Ali Khamenei, sosok berusia 86 tahun tersebut, sebagai seorang pemimpin agung yang selalu melawan berbagai hegemoni kekerasan dan genosida, serta mencurahkan seluruh pemikirannya untuk melawan ekstremisme.
Boroujerdi juga menyebut bahwa Khamenei merupakan pemimpin yang selalu menyebarluaskan perdamaian dan stabilitas. Namun demikian, agresi militer Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2) telah merenggut nyawa Khamenei, di mana pemimpin tertinggi Iran itu sedang berupaya melawan apa yang disebut Boroujerdi sebagai "terorisme berbasis negara".
Menekankan sikap tegas Khamenei terhadap Israel, Dubes Boroujerdi menyebut bahwa pemimpin tertinggi Iran itu tidak pernah "tersenyum" kepada rezim Netanyahu.
"Ia (Ali Khamenei) adalah seorang pemimpin yang tidak pernah senyum dengan rezim Zionis Israel. Ia percaya bahwa apabila muslim ingin menjadi umat yang agung dan mulia, maka mereka harus terus mengambil sikap yang tegas berhadapan dengan zionis," ujar Boroujerdi dengan tegas.
Israel telah melancarkan serangan terhadap Iran, yang merupakan serangan kedua yang dilakukan oleh Israel dan AS, setelah serangan pertama ke Iran pada Juni 2025.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pasukannya meluncurkan operasi militer besar di Iran untuk melindungi rakyatnya, dengan meniadakan ancaman yang disebutnya berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir oleh Iran.
Iran kemudian meluncurkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah. Eskalasi konflik di kawasan itu terjadi di tengah berlangsungnya perundingan nuklir di Jenewa antara AS dan Iran yang dimediasi Oman. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022