
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa Washington akan memastikan, siapupun yang akan memimpin Iran setelah perang Amerika-Israel tidak akan mengancam negara-negara tetangganya maupun Amerika Serikat.
"AS akan memastikan bahwa siapapun yang memimpin negara itu selanjutnya, Iran tidak akan mengancam Amerika atau para tetangganya, Israel, siapapun. Jauh sebelum ini dimulai, mereka mencoba mengincar seluruh Timur Tengah. Lalu, kami datang, kami menghancurkan 'pesta' mereka," kata Trump di Gedung Putih, Kamis (5/3).
Sebelumnya, Trump juga menuntut agar dirinya memiliki hak pribadi dalam memilih pemimpin baru Iran, seperti yang dia lakukan dalam menentukan pemimpin Venezuela setelah Nicolas Maduro, presiden negara itu, ditangkap pasukan Amerika pada Januari lalu dan diekstradisi ke AS.
"Saya harus terlibat dalam penunjukan itu, seperti (penunjukan) Delcy Rodriguez di Venezuela," katanya kepada Axios.
Trump bahkan meremehkan Mojtaba Khamenei, putra Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei-yang terbunuh dalam serangan-dan disebut sebagai kandidat kuat penerusnya, sebagai “tokoh yang tidak berpengaruh”.
Trump menegaskan bahwa ia tidak akan menerima pemimpin baru Iran yang akan melanjutkan kebijakan Khamenei, karena menurutnya hal itu bisa menyeret AS kembali berperang "dalam lima tahun".
"Kami ingin seseorang yang akan membawa harmoni dan perdamaian bagi Iran," kata Trump.
Iran belum mengumumkan pemimpin tertinggi barunya sejak Khamenei dan puluhan pejabat senior Iran lainnya tewas setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel diluncurkan pada Sabtu (28/2) lalu.
Meski tidak memegang jabatan resmi, Mojtaba Khamenei dianggap sebagai anak Khamenei yang paling berpengaruh. Mojtaba juga pernah dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS pada 2019 dan dikaitkan dengan pasukan Basij yang digunakan untuk menekan protes setelah pemilu Iran yang dipersengketakan pada 2009.
Lebih lanjut, Trump juga menyerukan kepada pejabat militer, polisi, dan diplomat Iran untuk membelot. "Kalian akan memiliki kesempatan, setelah bertahun-tahun, untuk merebut kembali negara Anda, menerima kekebalan. Kami akan memberi kalian kekebalan dan kami akan memberi kalian sisi sejarah yang benar, karena memang seperti itulah adanya. Jadi, Anda akan benar-benar aman dengan kekebalan penuh," tegasnya.
Trump juga turut mendesak para diplomat Iran di seluruh dunia untuk meminta suaka dan membantu AS membentuk Iran yang disebutnya baru dan lebih baik dengan potensi besar.
"Negara ini memiliki potensi besar, masa depan yang jauh lebih baik untuk Iran. Ini baru dimulai. Saya pikir masa depannya akan sangat baik," ujar Trump.
Sumber: Anadolu

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
