
Pengunjung melakukan doa bersama atas meninggalnya Ayatullah Seyyed Ali Khamenei di Kedutaan Besar Orang, Jakarta, Kamis (05/03/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com-Iran telah menunda pemilihan penerus Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei karena alasan keamanan, menurut New York Times mengutip sumber di Iran.
Menurut media tersebut pada Kamis, penundaan itu berkaitan dengan kekhawatiran akan keselamatan putra ayatollah yang terbunuh, Mojtaba Khamenei, dengan semakin meningkatnya informasi di Teheran melalui media bahwa Mojtaba akan menjadi penerus sang ayah.
Selain itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz pada Rabu mengatakan bahwa pemimpin baru Iran akan menjadi "target tanpa syarat untuk dihabisi" oleh tentara Israel.
Amerika Serikat dan Israel mulai melancarkan serangkaian serangan yang menargetkan wilayah Iran sejak Sabtu, termasuk Teheran yang menyebabkan kerusakan dan korban jiwa.
Serangan tersebut juga menyebabkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang dikonfirmasi media pemerintah.
Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan menargetkan wilayah Israel, dan sejumlah fasilitas militer AS di Timur Tengah. (*)

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
