
Tata letak dari udara menunjukkan sekolah yang menjadi lokasi serangan di Minab, Iran Selatan, berada dekat fasilitas militer yang sebelumnya berafiliasi dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) (The Washington Post)
JawaPos.com - Serangan udara yang menghantam sebuah sekolah dasar di Iran pada awal konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Teheran kini menjadi sorotan global. Serangan itu menewaskan sedikitnya 175 orang, banyak di antaranya anak-anak dan memunculkan pertanyaan serius tentang kemungkinan kesalahan intelijen serta peran teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses penentuan target militer.
Serangan itu terjadi pada 28 Februari 2026 di kota Minab, Provinsi Hormozgan, wilayah strategis di selatan Iran yang berdekatan dengan Selat Hormuz. Serangan tersebut menghancurkan gedung dua lantai Sekolah Dasar Shajarah Tayyiba saat orang tua sedang menjemput anak-anak mereka setelah gelombang pertama serangan udara dimulai.
Melansir The Washington Post, Jumat (13/3/2026), gedung sekolah tersebut ternyata tercantum dalam daftar target militer Amerika Serikat dan kemungkinan keliru diidentifikasi sebagai fasilitas militer. Sejumlah sumber yang mengetahui operasi itu menyebut bangunan tersebut sebelumnya diklasifikasikan sebagai pabrik atau fasilitas terkait militer, sehingga disetujui sebagai target serangan.
Namun, sumber lain menyatakan bahwa di area yang sama memang terdapat depot senjata yang menjadi sasaran operasi militer. Karena itu, penyelidik masih berusaha memastikan apakah sekolah itu benar-benar terkena serangan secara keliru atau intelijen yang digunakan memang salah sejak awal.
"Pada awalnya memang ada kebingungan mengenai mengapa lokasi itu masuk daftar target," kata seorang sumber yang mengetahui operasi tersebut, seraya menambahkan bahwa penyelidikan militer masih berlangsung sehingga rincian lebih lanjut belum dapat diungkapkan.
Sementara itu, pejabat Israel menegaskan bahwa serangan tersebut bukan bagian dari operasi mereka. Dua pejabat Israel mengatakan kepada The Washington Post bahwa penargetan lokasi itu tidak pernah diperiksa atau dibahas dengan Pasukan Pertahanan Israel sebelum serangan terjadi.
Penyelidikan awal Pentagon juga mengarah pada kemungkinan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh militer AS. Menurut laporan yang dikutip oleh sejumlah media, termasuk Reuters, temuan sementara menunjukkan serangan kemungkinan dipicu oleh penggunaan data intelijen lama dalam sistem penargetan militer.
Kesaksian Warga: Detik-Detik Rudal Menghantam Sekolah
Serangan terjadi sekitar pukul 10.45 waktu setempat, sekitar satu jam setelah operasi militer AS dan Israel dimulai di berbagai wilayah Iran. Gubernur Provinsi Hormozgan mengatakan kepada kantor berita Tasnim bahwa saat itu para orang tua baru saja dipanggil untuk menjemput anak mereka karena situasi keamanan yang memburuk.
Abdollah Karyanipak, seorang pegawai pemerintah berusia 41 tahun yang berada di lokasi, menggambarkan momen ledakan tersebut sebagai pengalaman yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
