
Bendera nasional Tiongkok berkibar di depan kantor pemerintahan di Beijing (Reuters)
JawaPos.com - Pemerintah Tiongkok mengecam keras pembunuhan para pemimpin Iran maupun serangan terhadap warga sipil oleh Israel. Hal ini karena dinilai meningkatkan ketegangan di Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan terkait dengan tewasnya Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran Ali Larijani dalam sebuah serangan pada Selasa (17/3) bersama putranya, Morteza Larijani; deputi urusan keamanan di sekretariat dewan tersebut, Alireza Bayat; serta beberapa orang lainnya.
"Tiongkok terkejut mendengar kabar tersebut. Pembunuhan terhadap para pemimpin Iran serta serangan terhadap sasaran sipil sama sekali tidak dapat diterima," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, dilansir dari Antara, Jumat (20/3).
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel telah menewaskan Larijani dalam serangan yang sedang berlangsung terhadap Iran.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran pada Selasa mengonfirmasi kematian Gholamreza Soleimani, komandan pasukan sukarelawan Basij, dalam serangan Amerika Serikat (AS)-Israel.
"Di tengah berkecamuknya konflik di Timur Tengah, di mana ketegangan terus meningkat dan meluas, komunitas internasional secara luas menyerukan adanya gencatan senjata sesegera mungkin dan penghentian permusuhan. Kami mendesak pihak-pihak yang berkonflik untuk segera menghentikan operasi militer dan mencegah kawasan tersebut terjerumus ke dalam kekacauan," kata Lin Jian.
Lin Jian menyebut saat ini Utusan Khusus pemerintah China untuk Timur Tengah Zhai Jun mengunjungi sejumlah negara di Timur Tengah untuk membantu meredakan situasi dan mewujudkan perdamaian.
Zhai Jun disebut bertemu dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Mesir, serta para Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Liga Arab. Ia juga melakukan percakapan telepon dengan Menteri Negara di Kementerian Luar Negeri Qatar guna bertukar pandangan secara mendalam mengenai situasi regional.
"Selama kunjungan tersebut, Utusan Khusus Zhai Jun memaparkan posisi China terkait situasi terkini, serta menegaskan bahwa gencatan senjata dan penghentian permusuhan merupakan solusi mendasar," tambah Lin Jian.
Zhai Jun meminta pihak-pihak yang berkonflik untuk segera menghentikan operasi militer dan mencegah situasi tersebut berubah menjadi kekacauan total serta menyerukan adanya dialog dan negosiasi, penyelesaian perbedaan melalui jalur politik dan diplomatik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
