
Ilustrasi Konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. (AI/ChatGPT)
JawaPos.com - Perang di Timur Tengah membawa dampak psikologis bagi para personel militer Amerika Serikat. Beberapa personel militer merasa kecewa dengan kampanye serangan militer terhadap Iran. Mereka mengatakan "tidak ingin mati untuk Israel," demikian laporan situs web HuffPost dengan mengutip sejumlah sumber.
Publikasi tersebut, yang mewawancarai personel militer, pasukan cadangan AS, dan organisasi hak asasi manusia yang membela personel militer, mengklaim bahwa beberapa personel yang terlibat dalam konflik ini mengeluh tentang kerentanan, stres berat, tekanan psikologis, dan rasa frustrasi, hingga mereka bahkan mempertimbangkan untuk meninggalkan karier kemiliteran.
"Saya mendengar dari mulut para anggota militer kata-kata, 'Kami tidak ingin mati untuk Israel — kami tidak ingin menjadi pion-pion politik,'" kata seorang pasukan cadangan dan mentor prajurit muda seperti dikutip dalam laporan tersebut.
Dalam laporan itu disebutkan pula bahwa anggota pasukan cadangan lain, yang tetap berhubungan dengan militer yang terlibat dalam konflik tersebut, juga berbicara kepada Huffpost tentang tren serupa.
Publikasi tersebut menekankan bahwa ketidakpuasan di dalam militer AS terkait dengan operasi Washington di Timur Tengah, serta masalah moral di antara para anggota militer, dapat membuat kampanye tersebut semakin mungkin untuk tidak berhasil.
Publikasi tersebut mencatat bahwa sejumlah pasukan cadangan menyebutkan kurangnya narasi yang jelas dan konsisten, yang dapat memberikan pembenaran akan agresi yang telah dilakukan oleh AS bersama-sama dengan Israel dalam melawan Iran, sebagai faktor utama yang menurunkan moral.
Sebelumnya pada Jumat (20/3), CBS News melaporkan dengan mengutip sumber-sumber yang mengetahui informasi tersebut, bahwa Pentagon telah menyiapkan rencana terperinci untuk kemungkinan pengerahan pasukan darat di Iran.
Baca Juga:Timur Tengah Semakin Membara, Turki Bahas Deeskalasi Konflik Kawasan Teluk dengan Iran hingga AS
Langkah tersebut dilakukan Pentagon dalam rangka memberikan pemerintahan Trump berbagai opsi skenario militer di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah.
Seperti diwartakan, AS dan Israel mulai menyerang Iran pada 28 Februari. Iran melancarkan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022