
CEO Nvidia Jensen Huang berbicara di hadapan Presiden Donald Trump dalam acara “Investing in America” di Gedung Putih, Washington, DC, Rabu, 30 April 2025. (Politico)
JawaPos.com — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (25/3/2026) resmi mengangkat tokoh-tokoh besar Silicon Valley, termasuk Mark Zuckerberg, CEO Meta Platforms, dan Jensen Huang, CEO Nvidia, sebagai anggota President’s Council of Advisors on Science and Technology (PCAST), badan penasihat strategis Gedung Putih yang akan memberi masukan penting terkait kebijakan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI).
Dilansir dari Politico, Jumat (27/3/2026), daftar awal anggota dewan ini mencakup 13 individu dari perusahaan-perusahaan teknologi besar seperti Meta, Nvidia, Oracle, Google, dan AMD. Selain Zuckerberg dan Huang, nama-nama seperti Larry Ellison (Oracle), Sergey Brin (Google), dan Lisa Su (AMD) juga masuk dalam penunjukan ini. Dewan akan bekerja sama dengan pejabat Gedung Putih untuk memformulasikan arah kebijakan AI, inovasi, dan prioritas sains nasional.
Sebagai informasi, PCAST bukanlah lembaga regulasi, melainkan forum penasihat yang sejak lama menjadi bagian dari struktur kebijakan AS. Sesuai dengan sejarahnya yang berakar pada era Presiden Franklin D. Roosevelt, dewan ini berfungsi untuk memberi rekomendasi strategis kepada presiden mengenai sains dan teknologi. Namun, komposisi terkini menandai perubahan signifikan dari masa lalu yang lebih banyak didominasi oleh akademisi dan ilmuwan, kini bergeser ke pimpinan industri teknologi.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip AFP, Zuckerberg menegaskan fokus utama kolaborasi ini. “Amerika Serikat memiliki kesempatan untuk memimpin dunia dalam AI. Saya merasa terhormat bergabung dengan dewan presiden dan bekerja dengan pemimpin industri lain untuk membantu mewujudkannya,” ujar Zuckerberg.
Pernyataan ini sekaligus menggarisbawahi harapan publik dan sektor privat bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pemimpin teknologi dapat memperkuat dominasi AS dalam persaingan global terkait AI, terlebih lagi terhadap Tiongkok, yang kini menjadi pesaing kuat dalam riset dan aplikasi teknologi mutakhir.
Sejalan dengan itu, Nvidia, dalam menyambut penunjukan Huang, menyatakan bahwa hal ini memberikan peluang strategis untuk memperkuat posisi Amerika dalam inovasi AI. Perusahaan menilai kehadiran Huang di dewan tersebut akan membantu “memajukan kepemimpinan Amerika dalam AI,” meskipun Huang sendiri belum mengeluarkan pernyataan langsung kepada media.
Selain itu, para pengamat kebijakan menilai pengangkatan ini sebagai perubahan signifikan dalam hubungan tradisional antara pemerintah dan Silicon Valley. Keterlibatan langsung para CEO teknologi besar menunjukkan bahwa pemerintah kini melihat sektor swasta sebagai mitra utama dalam merumuskan kebijakan yang akan mengatur teknologi masa depan, yang pada akhirnya menjadikan figur-figur seperti Zuckerberg dan Huang sebagai pengaruh besar dalam arah kebijakan nasional.
Namun, kolaborasi ini juga memicu pertanyaan mengenai potensi benturan kepentingan antara tujuan publik dan kepentingan korporasi teknologi. Akibatnya, sebagian pihak khawatir bahwa dominasi eksekutif industri dalam dewan dapat mendistorsi proses pembuatan kebijakan dan mengurangi asas netralitas publik.
Untuk menanggapi hal tersebut, struktur kerja PCAST akan dipimpin oleh dua co-chair yang ditunjuk oleh Gedung Putih, yaitu penasihat AI dan teknologi David Sacks serta kepala Office of Science and Technology Policy Michael Kratsios. Keduanya akan menjembatani dialog antara pemerintah dan sektor teknologi dalam menyusun rekomendasi kebijakan yang lebih luas.
Di sisi lain, langkah Trump ini muncul tak lama setelah Gedung Putih merilis kerangka kebijakan AI yang memicu debat politik di Kongres AS, menandai bahwa isu AI kini menjadi pusat perhatian utama dalam strategi kebijakan di tengah perlombaan teknologi global. Dengan demikian, penunjukan Zuckerberg dan Huang dalam PCAST menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak hanya ingin menjadi konsumen teknologi, tetapi juga menjadi pembentuk utama masa depan kebijakan dan inovasi AI.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
