
Ilustrasi Konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. (AI/ChatGPT)
JawaPos.com - Efektivitas operasi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel di Iran dipertanyakan Kanselir Jerman Friedrich Merz.
"Saya tak yakin apa yang dilakukan Israel dan AS saat ini benar-benar akan berhasil," ujar Merz dalam sebuah konferensi di Frankfurt, dilansir dari Antara, Sabtu (28/3).
Ia mengaku ragu "apakah ada strategi dan apakah strategi itu dijalankan dengan baik."
"Dalam hal ini, situasinya bisa berlangsung lebih lama dan kemungkinan tidak akan membaik," katanya, menambahkan.
Merz mengatakan AS dan Israel "kian terjerat" dalam perang melawan Iran. Ia memperingatkan bahwa kedua negara bersekutu itu tidak akan mampu melakukan perubahan pemerintahan di Iran, jika itu menjadi tujuan mereka.
Merz juga mengatakan Presiden AS Donald Trump telah memahami bahwa perang di Iran bukanlah perang NATO sehingga Jerman tidak bisa membantu.
"Namun, kami telah menawarkan untuk mengoordinasikan, misalnya, perlindungan militer di Selat Hormuz bersama pihak lain jika terjadi gencatan senjata," katanya.
Menurut Merz, keterlibatan Jerman memerlukan mandat internasional serta persetujuan dari parlemen (Bundestag) dan keputusan kabinet.
"Kami masih jauh dari itu, dan selama perang terus berlangsung, itu bukan pilihan bagi kami," katanya.
Baca Juga:Miris! Tanah Dirampas, 200 Keluarga Palestina Terancam Digusur Israel dari Yerusalem Timur
Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat sejak AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari.
Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke Israel serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Sumber: Anadolu
