
Hajj Ali Sheaib, Fatima Ftouni, dan Mohammad Ftouni, tiga jurnalis Lebanon yang gugur saat menjalankan tugas di garis depan konflik. Foto: (Al Mayadeen)
JawaPos.com — Di tengah meningkatnya eskalasi konflik lintas perbatasan antara Israel dan kelompok bersenjata Lebanon, Hezbollah, militer Israel melancarkan serangan di wilayah selatan Lebanon yang menewaskan tiga jurnalis.
Insiden ini terjadi dalam rangkaian bentrokan yang terus berlangsung sejak perang di Gaza, yang memperluas ketegangan ke kawasan perbatasan Lebanon–Israel.
Serangan tersebut terjadi di kota Jezzine, Lebanon selatan, ketika sebuah kendaraan yang ditandai jelas dengan tulisan “PRESS” menjadi target serangan udara.
Tiga korban yang tewas adalah jurnalis Al Mayadeen Fatima Ftouni, fotografer Mohammad Ftouni, serta jurnalis senior Al-Manar TV, Hajj Ali Sheaib. Militer Israel mengakui serangan tersebut dan menyatakan bahwa Sheaib menjadi target.
Baca Juga:Alami Krisis Energi Akibat Perang Iran Vs AS-Israel, Prancis Gelontorkan Dana Darurat Rp1,22 T
Melansir Al Mayadeen, Minggu (29/3/2026), ketiga jurnalis tersebut tengah meliput agresi militer Israel di garis depan ketika serangan terjadi. Sheaib diketahui telah melaporkan dari perbatasan selatan Lebanon selama hampir 30 tahun dan sebelumnya menjadi sasaran kampanye hasutan oleh pejabat serta media Israel sebelum akhirnya tewas dalam serangan yang disebut disengaja.
Kecaman Keras Pemerintah Lebanon
Presiden Lebanon, Joseph Aoun, mengecam keras serangan tersebut dan menegaskan bahwa Israel kembali melanggar prinsip dasar hukum internasional. Ia menyatakan, “Jurnalis adalah warga sipil yang menjalankan tugas profesional dan dilindungi oleh konvensi internasional, termasuk Konvensi Jenewa.”
Ia menambahkan bahwa serangan tersebut merupakan “kejahatan terang-terangan” dan mendesak komunitas internasional segera bertindak untuk menghentikan agresi Israel, sembari menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri, menyebut insiden ini sebagai “kejahatan perang yang dilakukan dengan perencanaan matang dan melanggar seluruh hukum internasional serta norma kemanusiaan.” Ia menegaskan bahwa kasus ini telah diajukan ke komunitas internasional dan organisasi hak asasi manusia guna mendorong tindakan segera.
Seruan Akuntabilitas dan Perlindungan Pers

Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Profil Valentin Barco! Pemain Argentina Ditempeleng Jude Bellingham Usai Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
