
Kendaraan UNIFIL melintas di jalan utama di Qlayaa, Lebanon selatan, 27 Maret 2026, di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah. (Arab News)
JawaPos.com - Misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), melaporkan satu personel tewas dan satu lainnya mengalami luka kritis akibat ledakan proyektil di wilayah Lebanon selatan. Insiden tersebut terjadi di dekat desa Adchit Al-Qusayr pada Minggu (29/3/2026), di tengah meningkatnya ketegangan konflik kawasan.
UNIFIL dalam pernyataan resminya pada Senin (30/3/2026) menyampaikan bahwa proyektil tersebut meledak tepat di salah satu posisi mereka. Korban tewas merupakan penjaga perdamaian aktif, sementara satu korban lainnya kini berada dalam kondisi kritis akibat luka serius yang diderita.
Dilansir dari Reuters, Senin (30/3/2026), UNIFIL menegaskan bahwa hingga kini pihaknya belum dapat memastikan asal proyektil tersebut. Dalam pernyataan resminya, UNIFIL menyebutkan, “Kami tidak mengetahui asal proyektil tersebut. Kami telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan seluruh keadaan yang melingkupi insiden ini.”
Lebih lanjut, UNIFIL menegaskan pentingnya perlindungan terhadap personel penjaga perdamaian yang bertugas di wilayah konflik. Dalam pernyataan yang sama, mereka menyatakan, “Sekali lagi, kami menyerukan kepada semua pihak untuk mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan memastikan keselamatan serta keamanan personel dan properti PBB setiap saat, termasuk dengan menahan diri dari tindakan yang dapat membahayakan penjaga perdamaian.”
UNIFIL diketahui ditempatkan di Lebanon selatan untuk memantau situasi keamanan di sepanjang garis demarkasi dengan Israel, wilayah yang selama ini menjadi titik panas konflik antara militer Israel dan kelompok bersenjata Hizbullah yang didukung Iran.
Dalam beberapa tahun terakhir, misi ini kerap berada dalam posisi rentan, terjebak di antara serangan dan eskalasi militer dari kedua belah pihak. Insiden terbaru ini kembali menyoroti tingginya risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian di lapangan.
Selain itu, mandat UNIFIL sendiri dijadwalkan akan berakhir pada akhir 2026, di tengah ketidakpastian stabilitas kawasan yang justru semakin memburuk dalam beberapa bulan terakhir.
Insiden mematikan ini bukan yang pertama. Pada 6 Maret lalu, markas batalion penjaga perdamaian asal Ghana di Lebanon dilaporkan terkena serangan rudal. Serangan tersebut menyebabkan dua prajurit mengalami luka kritis.
Militer Israel kemudian mengakui bahwa tembakan tank mereka telah mengenai posisi UNIFIL pada hari tersebut. Dalam penjelasannya, Israel menyatakan bahwa tindakan itu merupakan respons terhadap serangan rudal anti-tank yang diluncurkan oleh Hizbullah, yang sebelumnya melukai dua tentaranya.
Rangkaian kejadian ini memperlihatkan bahwa meskipun berstatus sebagai pasukan netral, UNIFIL tetap tidak kebal terhadap dampak langsung konflik bersenjata yang terus berkembang di wilayah tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Sevilla vs Valencia di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Union Berlin vs Schalke 04 di Liga Jerman: Kans Die Knappen Bikin Tuan Rumah Terpukul
Prediksi Skor Garudayaksa vs Persik di Super League: Tuan Rumah Tak Ingin Malu di Kandang!
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Susunan Pemain Garudayaksa FC vs Persik Kediri: Septian David Incar Kemenangan!
Prediksi Skor Crystal Palace vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Eagles Berpeluang Pesta Gol
Prediksi Skor Bournemouth vs Brentford di Liga Inggris: Laga Sengit Berpotensi Imbang di Vitality
Prediksi Skor Aston Villa vs Nottingham Forest di Liga Inggris: Kans The Villa Menang Tipis
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022