
Ilustrasi serangan terbaru Israel ke Lebanon. (Al-Jazeera)
JawaPos.com - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas hanya sehari setelah kesepakatan gencatan senjata diumumkan. Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, secara terbuka menuduh Washington telah melanggar komitmen dalam kesepakatan tersebut.
Menurut Ghalibaf, pelanggaran terjadi karena serangan Israel ke Lebanon masih terus berlangsung, disertai insiden drone yang memasuki wilayah udara Iran serta penolakan terhadap hak Teheran untuk memperkaya uranium.
“Ketidakpercayaan mendalam kami terhadap Amerika Serikat berasal dari pelanggaran berulang atas berbagai komitmen,” ujarnya.
Mengutip CNBC Internasional, Ghalibaf menyebut sedikitnya tiga poin utama dalam proposal damai Iran yang telah dilanggar, pertama serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon, kedua masuknya drone ke wilayah udara Iran dan ketiga penolakan AS terhadap hak Iran dalam pengayaan uranium.
Ia menilai kondisi tersebut membuat gencatan senjata dan negosiasi menjadi tidak masuk akal untuk dilanjutkan.
“Dalam situasi seperti ini, gencatan senjata bilateral atau negosiasi menjadi tidak rasional,” tegasnya.
Menanggapi tuduhan tersebut, Wakil Presiden AS, JD Vance, mengatakan bahwa situasi gencatan senjata memang sering kali tidak berjalan mulus.
“Gencatan senjata selalu kacau,” ujarnya saat kunjungan ke Hungaria.
Vance juga menegaskan bahwa konflik di Lebanon tidak pernah termasuk dalam cakupan kesepakatan dengan Iran, sekaligus kembali menegaskan posisi Washington yang menolak program pengayaan uranium Iran.
Pernyataan kedua pihak memperlihatkan adanya perbedaan tajam dalam memahami isi kesepakatan.

Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Usai Timnas Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026, Gary Neville dan Roy Keane Saling Adu Pendapat
Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
