
Anthropic mengambil langkah tidak lazim dengan memblokir akses publik terhadap model terbarunya, Claude Mythos
JawaPos.com — Anthropic mengambil langkah tidak lazim dengan memblokir akses publik terhadap model terbarunya, Claude Mythos, di tengah perlombaan global kecerdasan buatan. Keputusan ini menandai pergeseran dari ekspansi teknologi ke pengendalian risiko, seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa AI dapat mempercepat dan memperluas serangan siber.
Claude Mythos merupakan generasi terbaru dari lini model Claude yang dirancang untuk mendeteksi kerentanan perangkat lunak secara mendalam. Dalam pengujian internal, sistem ini mengungkap ribuan celah pada aplikasi yang umum digunakan, termasuk kerentanan yang belum memiliki tambalan dari pengembangnya.
Dilansir dari The Guardian, Jumat (10/4/2026), keputusan menahan distribusi luas model ini diambil setelah Anthropic menilai potensi penyalahgunaannya sangat tinggi. Mike Krieger dari Anthropic Labs menyatakan dalam konferensi HumanX AI di San Francisco, “Kami memiliki model baru yang secara eksplisit tidak kami rilis ke publik.”
Baca Juga: Sengketa Anthropic–Pentagon Ungkap Pergeseran Sikap Silicon Valley terhadap Perang di Era AI
Sebagai respons, Anthropic membatasi akses Mythos hanya kepada pakar keamanan siber dan pengembang open-source untuk mengidentifikasi serta menutup celah lebih dini. Krieger menyebut langkah ini sebagai upaya “mempersenjatai mereka lebih awal,” agar tim keamanan memiliki keunggulan sebelum kerentanan dieksploitasi oleh peretas.
Hal ini sejalan dengan kapasitas teknis Mythos yang menunjukkan eskalasi signifikan dalam kemampuan AI. Model ini mampu mengidentifikasi kerentanan yang luput selama puluhan tahun, termasuk celah yang telah ada selama 27 tahun tanpa terdeteksi oleh pengembangnya. Fakta ini memperlihatkan bahwa kompleksitas ancaman kini melampaui kemampuan audit manual konvensional.
Dalam pernyataan resminya, Anthropic memperingatkan, “Model AI telah mencapai tingkat kemampuan pengkodean di mana mereka dapat melampaui hampir semua manusia kecuali yang paling terampil dalam menemukan dan mengeksploitasi kerentanan perangkat lunak.” Mereka menambahkan, “Dampaknya—bagi ekonomi, keselamatan publik, dan keamanan nasional—bisa sangat parah.”
Kemampuan tersebut juga terbukti dalam kasus spesifik ketika Mythos menemukan celah tersembunyi pada perangkat lunak video yang telah diuji lebih dari 5 juta kali tanpa hasil. Temuan ini menegaskan bahwa bahkan sistem yang telah melalui pengujian ekstensif tetap rentan terhadap eksploitasi jika tidak didukung analisis berbasis AI.
Untuk merespons urgensi ini, Anthropic membentuk inisiatif global bertajuk Glasswing yang melibatkan sejumlah perusahaan teknologi dan keamanan siber, termasuk Amazon, Apple, Microsoft, CrowdStrike, serta Palo Alto Networks. Kolaborasi ini juga didukung oleh Linux Foundation, Cisco, dan Broadcom.
Anthony Grieco dari Cisco menekankan urgensi kolaborasi lintas sektor dengan menyatakan, “Pekerjaan ini terlalu penting dan terlalu mendesak untuk dilakukan sendiri. Kemampuan AI telah melewati ambang batas yang secara fundamental mengubah urgensi dalam melindungi infrastruktur kritis dari ancaman siber, dan tidak ada jalan kembali.”
Sementara itu, Chief Technology Officer CrowdStrike, Elia Zaitsev, menyoroti percepatan siklus ancaman. Dia menyatakan, “Jendela antara kerentanan ditemukan dan dieksploitasi oleh pihak lawan telah menyempit—yang dulu memakan waktu berbulan-bulan kini terjadi dalam hitungan menit dengan AI.” Ia menambahkan, “Claude Mythos Preview menunjukkan apa yang kini bisa dilakukan tim keamanan dalam skala besar, dan pihak lawan pasti akan berusaha memanfaatkan kemampuan yang sama.”

Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Harry Kane Cs Diprediksi Menang, Tapi Laga Berjalan Alot
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026: El Tri Difavoritkan Lolos ke 16 Besar!
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Prediksi Susunan Pemain Timnas Prancis vs Swedia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Adrien Rabiot Waspadai Lini Serang Lawan
