
ILUSTRASI Selat Hormuz. Harga minyak mentah acuan Brent naik 8 persen pada Minggu (12/4) ke level USD 103 per barel. (Freepik)
JawaPos.com - Langkah Presiden Donald Trump untuk memblokade Selat Hormuz mulai ditinggalkan sekutu-sekutu dekatnya. Inggris secara tegas menyatakan tidak akan terlibat, di tengah kekhawatiran bahwa kebijakan tersebut justru memperluas konflik global.
Perdana Menteri Keir Starmer menegaskan London tidak akan mendukung blokade yang diumumkan Washington. Ia menekankan Inggris tidak ingin terseret lebih jauh dalam konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.
“Kami tidak mendukung blokade ini dan tidak akan ikut terseret dalam perang,” tegas Starmer dalam wawancara radio BBC.
Alih-alih mendukung aksi militer, Starmer menekankan pentingnya membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Jalur ini merupakan urat nadi energi global, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melintas di wilayah tersebut dalam kondisi normal.
Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah memastikan akses pelayaran kembali normal demi menjaga stabilitas ekonomi global.
“Kami fokus memastikan selat itu terbuka sepenuhnya, dan upaya diplomatik akan terus kami dorong,” ujarnya.
Penolakan Inggris bukan satu-satunya. Sejumlah sekutu AS lainnya juga mulai bersikap kritis. Presiden Perancis Emmanuel Macron bahkan mengumumkan rencana konferensi bersama Inggris untuk membahas kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Macron menegaskan bahwa semua upaya diplomasi harus dimaksimalkan untuk mengakhiri konflik secara permanen.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles menilai rencana blokade tersebut tidak masuk akal dan justru memperburuk situasi.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mendesak agar negosiasi dengan Iran segera dilanjutkan dan jalur pelayaran dibuka secepat mungkin.
Banyak pihak menilai langkah blokade ini bukan sekadar tekanan politik, melainkan berpotensi memicu babak baru konflik berskala besar. Kebijakan tersebut juga dinilai bisa berdampak langsung pada stabilitas ekonomi global, terutama sektor energi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022