
Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth (kiri) menyampaikan sambutan saat kunjungan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin (kanan) di Pentagon, Washington, DC, Amerika Serikat. (Al-Jazeera)
JawaPos.com-Pemerintah Tiongkok melontarkan peringatan terkait perjanjian kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS), yang dinilai berpotensi mengganggu keseimbangan kekuatan di kawasan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, secara tegas menyatakan bahwa setiap bentuk kerja sama pertahanan tidak boleh menyasar atau merugikan pihak ketiga, termasuk negaranya. Ia menekankan bahwa stabilitas regional harus menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya dinamika geopolitik.
“Kerja sama pertahanan tidak boleh menargetkan pihak ketiga maupun merugikan kepentingan pihak lain, serta tidak boleh mengganggu perdamaian dan stabilitas kawasan,” ujar Guo dalam konferensi pers di Beijing, Jumat (17/4).
Pernyataan ini muncul menyusul penandatanganan Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) antara Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di Pentagon awal pekan ini.
Salah satu isu sensitif dalam kerja sama tersebut adalah usulan overflight clearance, izin bagi pesawat militer AS melintasi wilayah udara Indonesia tanpa mendarat.
Isu ini langsung memantik perhatian Tiongkok, yang menilai penggunaan wilayah negara ASEAN oleh kekuatan eksternal berpotensi melanggar semangat ASEAN serta prinsip dalam Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia berusaha meredam kekhawatiran tersebut. Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa belum ada kebijakan yang memberikan akses bebas kepada pihak asing untuk menggunakan ruang udara nasional. Usulan overflight clearance masih dalam tahap kajian internal dan belum bersifat final.
Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menegaskan bahwa setiap bentuk kerja sama tetap berada dalam kerangka kedaulatan penuh Indonesia. “Tidak ada akses bebas. Semua tetap melalui mekanisme nasional yang ketat,” ujarnya.
Namun, sinyal kehati-hatian dari Tiongkok menunjukkan bahwa kesepakatan ini bukan sekadar kerja sama bilateral biasa. Di tengah rivalitas global antara Washington dan Beijing, langkah Indonesia mempererat hubungan pertahanan dengan AS berpotensi dibaca sebagai manuver strategis yang bisa mengubah peta kekuatan di Asia Tenggara.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Prediksi Susunan Pemain Sevilla vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Go Ahead Eagles di Liga Belanda 2026/2027: Kans Tuan Rumah Pesta Gol!
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Real Sociedad vs Espanyol: Los Periquitos Bisa Curi Poin di Anoeta?
Prediksi Skor Leeds United vs Brentford: The Bees Siap Sengat Tuan Rumah di Elland Road!
