
Ilustrasi Selat Hormuz. (Better World Campaign).
JawaPos.com - Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Arif menegaskan bahwa kendali atas Selat Hormuz merupakan hak yang dimiliki Iran. Hal ini sekaligus menegaskan komitmen Teheran untuk memperkuat posisinya melalui jalur diplomasi maupun langkah di lapangan.
Seperti dilansir dari Anadolu, berdasarkan laporan media Iran, pernyataan tersebut disampaikan Arif saat melakukan kunjungan ke Otoritas Pelabuhan dan Maritim, dalam konteks perkembangan situasi terkini.
“Pengelolaan Selat Hormuz adalah milik Iran dan diakui sebagai hak sah Iran. Kami akan memperkuat hak kami baik di meja perundingan maupun di lapangan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Arif juga menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menurutnya sering berubah.
Baca Juga:Sindiran Pedas Mojtaba Khamenei ke Donald Trump: Sebut AS 'Lemah dan Terhina', Ancam Kekalahan Baru
“Tidak perlu menanggapi pernyataan-pernyataan yang tidak benar darinya,” kata Arif.
Ia kembali menegaskan bahwa Iran menginginkan berakhirnya konflik di kawasan Asia Barat dan tak ingin adanya kelanjutan perang.
“Namun jika kami tidak dapat memanfaatkan pelabuhan kami di Teluk Persia dan Laut Oman, kami tidak akan mengizinkan negara mana pun melakukan kolonialisme di kawasan ini,” ujarnya.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
