
Ilustrasi Presiden AS Donald Trump. (Alex Brandon/AP)
JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras terhadap Iran di tengah memanasnya konflik yang telah memasuki hari ke-50. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menyebut pembicaraan damai yang akan datang sebagai 'kesempatan terakhir' bagi Teheran untuk menghindari konsekuensi besar.
Berbicara kepada jurnalis Trey Yingst pada Minggu (19/4) waktu setempat, Donald Trump menegaskan bahwa negosiasi yang akan berlangsung di Pakistan menjadi momen krusial. Dalam perundingan tersebut, utusan khususnya Steve Witkoff bersama menantunya Jared Kushner akan bertemu pihak Iran untuk membahas kesepakatan damai.
Trump menyebut kesepakatan itu mencakup pembukaan kembali jalur vital Selat Hormuz serta penghentian program nuklir Iran. Jika tidak tercapai, ia mengancam langkah militer besar.
“Jika Iran tidak menandatangani kesepakatan ini, seluruh negara itu akan dihancurkan,” ujar Trump dalam wawancara tersebut.
Selain itu, Trump juga memperingatkan bahwa infrastruktur strategis seperti jembatan dan pembangkit listrik dapat menjadi target serangan apabila diplomasi gagal.
Trump turut menyoroti keputusan Iran menutup Selat Hormuz, yang sebelumnya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia setiap hari sebelum konflik pecah. Ia menyebut langkah tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap perjanjian gencatan senjata yang dijadwalkan berakhir pada Rabu lalu.
Di sisi lain, Iran justru mempertegas sikapnya. Pemerintah Teheran menyatakan pembatasan lalu lintas di selat strategis itu akan terus dilakukan selama Amerika Serikat masih memblokade pelabuhan dan kapal-kapal Iran.
Ketua Parlemen Iran Mohammed Bagher Qalibaf menegaskan bahwa negaranya tidak akan membuka akses bagi pihak lain jika mereka sendiri tidak bisa menggunakannya.
“Tidak mungkin pihak lain bisa melewati Selat Hormuz sementara kami tidak bisa,” kata Qalibaf dalam wawancara yang disiarkan televisi pemerintah.
Situasi ini semakin memperbesar kekhawatiran global, mengingat pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi energi dunia. Dengan ancaman militer dan kebuntuan diplomasi, pembicaraan damai mendatang dipandang sebagai titik penentu bagi masa depan konflik AS-Iran.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022