
Panel surya berdiri di atas deretan tanaman teh di Shaoxing, Provinsi Zhejiang, Tiongkok. (The Guardian)
JawaPos.com — Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern, seluruh kenaikan permintaan listrik global pada 2025 sepenuhnya dipenuhi oleh energi bersih, sementara pembangkitan dari bahan bakar fosil mulai kehilangan pijakan.
Perkembangan ini menandai pergeseran mendasar dalam sistem energi dunia, dari dominasi fosil menuju ekspansi cepat energi terbarukan yang kini bukan lagi alternatif, melainkan penggerak utama.
Sepanjang tahun lalu, seluruh kenaikan permintaan listrik global sepenuhnya dipenuhi oleh sumber energi terbarukan. Sementara itu, pembangkitan listrik dari bahan bakar fosil tercatat stagnan, bahkan mulai menunjukkan tren penurunan tipis. Perkembangan ini menjadi sinyal kuat bahwa pergeseran struktural dalam sistem energi global tengah berlangsung.
Melansir The Guardian, Selasa (21/4/2026), laporan think tank (lembaga riset kebijakan) Ember mengungkap bahwa lonjakan terbesar berasal dari energi surya. Produksi listrik dari pembangkit tenaga surya meningkat hampir sepertiga sepanjang 2025, mencetak rekor baru sekaligus melanjutkan tren pertumbuhan pesat dalam satu dekade terakhir.
Dalam rentang 2015 hingga 2025, produksi energi surya meningkat sepuluh kali lipat, dengan pola pertumbuhan yang hampir dua kali lipat setiap tiga tahun. Lebih dari separuh peningkatan tersebut berasal dari Tiongkok, yang kini memimpin ekspansi energi terbarukan sekaligus menjadi eksportir terbesar komponen energi bersih di dunia.
Lebih lanjut, energi surya mampu memenuhi sekitar tiga perempat tambahan kebutuhan listrik global pada 2025, sementara sisanya sebagian besar dipenuhi oleh energi angin. Di sisi lain, pembangkitan listrik berbasis bahan bakar fosil justru turun sebesar 0,2 persen, memperkuat indikasi awal penurunan jangka panjang sektor tersebut.
Direktur Pelaksana Ember, Aditya Lolla, menegaskan perubahan fundamental tersebut. Dia menyatakan, “Kita telah memasuki era pertumbuhan bersih. Energi bersih kini cukup cepat untuk memenuhi kenaikan permintaan listrik global, sementara pembangkit listrik dari bahan bakar fosil mulai stagnan sebelum akhirnya menurun. Momentum ini kini menjadi realitas struktural.”
Selain Tiongkok, India juga menunjukkan perkembangan signifikan. Negara tersebut menambah kapasitas energi bersih dalam jumlah rekor, melampaui pertumbuhan permintaan listrik domestiknya. Dampaknya, produksi listrik dari pembangkit berbahan bakar fosil di India turun hingga 52 terawatt jam, mendekati penurunan yang terjadi di Tiongkok.
Secara global, energi terbarukan menyumbang 34 persen dari total produksi listrik pada 2025, melampaui batu bara yang berada di angka 33 persen. Pergeseran ini menegaskan perubahan komposisi energi dunia yang sebelumnya didominasi bahan bakar fosil.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022