
Reza Pahlavi yang merupakan putra mahkota terakhir Iran yang hidup dalam pengasingan. (Al-Jazeera)
JawaPos.com - Ketegangan geopolitik pasca serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada akhir Februari terus memantik respons global. Di tengah situasi itu, tokoh oposisi Iran Reza Pahlavi menilai sikap Uni Eropa justru tidak tegas dan berpotensi berbahaya.
Dalam wawancara menjelang pertemuannya dengan Komite Urusan Luar Negeri parlemen Jerman di Berlin, Pahlavi yang merupakan putra mahkota terakhir Iran yang hidup dalam pengasingan itu menuding negara-negara Eropa mengirim sinyal yang tidak konsisten terkait konflik Iran.
Ia menilai kehati-hatian yang ditunjukkan sejumlah ibu kota Eropa bisa bergeser menjadi bentuk 'komplikasi diam-diam'.
Pahlavi juga menyoroti pernyataan Kanselir Jerman Friedrich Merz yang menegaskan bahwa Eropa bukan pihak dalam konflik. Namun, menurutnya, sikap netral bukan tanpa konsekuensi.
“Ada momen dalam sejarah ketika netralitas bukanlah posisi, melainkan sebuah keputusan. Ketika kehati-hatian bukan lagi kebijaksanaan, itu adalah bentuk keterlibatan," kata Pahlavi mengutip Euractiv.
Lebih jauh, ia menuduh pemerintah Eropa telah 'disandera oleh sandera mereka sendiri'. merujuk pada penahanan warga negara Eropa oleh otoritas Iran. Ia menyebut praktik tersebut sebagai alat tekanan politik dari Teheran.
Pahlavi mendesak Uni Eropa untuk meninggalkan pendekatan yang ia sebut sebagai politik peredaan. Ia menyerukan pengusiran duta besar Iran dari negara-negara Eropa serta penolakan terhadap segala bentuk kesepakatan politik yang mempertahankan struktur kekuasaan yang berpusat pada Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Selain itu, ia meminta Eropa mulai mempersiapkan pengakuan terhadap otoritas transisi di Iran di masa depan. Sebagai syarat negosiasi, Pahlavi menegaskan Teheran harus menghentikan eksekusi, membebaskan tahanan politik, dan mencabut pembatasan akses internet.
“Rezim yang tidak mampu melakukan tiga hal itu, yang bahkan tidak membutuhkan biaya, tidak bisa dipercaya untuk menyerahkan satu gram uranium,” ujarnya.
Meski menyambut wacana pengaktifan kembali sanksi 'snapback' PBB dan pembahasan penetapan IRGC sebagai organisasi teroris, Pahlavi menilai langkah tersebut masih belum cukup. Ia juga mendorong Eropa membantu rakyat Iran mengatasi pembatasan internet melalui dukungan infrastruktur komunikasi alternatif.
Pernyataan ini muncul saat para pemimpin Uni Eropa berkumpul di Siprus untuk membahas dampak serangan serta ketegangan di Selat Hormuz. Pahlavi menekankan bahwa nasib rakyat Iran, termasuk perlindungan bagi diaspora dan pembangkang di Eropa, harus menjadi fokus utama.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022