
Seorang wanita berjalan melewati bangunan yang rusak di tengah gencatan senjata 10 hari antara Lebanon dan Israel, di Beirut, Lebanon. (Marko Djurica/Reuters).
JawaPos.com - Upaya memperpanjang gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang diumumkan Presiden Donald Amerika Serikat (AS) Ronald Trump langsung diuji di lapangan. Hanya beberapa jam setelah kesepakatan itu diumumkan, militer Israel dilaporkan kembali melancarkan serangan udara dan artileri ke wilayah selatan Lebanon.
Menurut laporan kantor berita resmi Lebanon, serangan terjadi pada Jumat dini hari dengan menyasar sejumlah titik strategis. Kondisi ini menambah daftar pelanggaran gencatan senjata yang sejak awal memang sudah rapuh, terutama karena faktor Hizbullah yang menolak kesepakatan tersebut.
Serangan terbaru disebut menyasar sebuah rumah di kota Touline, wilayah Marjayoun, saat fajar. Tak lama setelah itu, artileri Israel kembali menggempur area yang sama. Serangan udara tambahan juga dilaporkan menghantam kota Kherbet Selm.
Di distrik Tyre, pesawat tempur Israel melakukan serangan ke pinggiran Majdal Zoun. Sementara itu, wilayah perbukitan Rihan di kawasan Jezzine juga menjadi target serangan sepanjang malam.
Serangkaian serangan ini terjadi tak lama setelah Trump mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon sepakat memperpanjang gencatan senjata selama tiga minggu, hasil dari pembicaraan tingkat duta besar di Gedung Putih.
Kesepakatan awal yang dimediasi Amerika Serikat sebenarnya baru berlaku sejak 16 April dan dirancang bertahan selama 10 hari. Gencatan senjata tersebut dijadwalkan berakhir pada Minggu, sebelum akhirnya diperpanjang melalui diplomasi intensif.
Meski begitu, realitas di lapangan menunjukkan situasi masih jauh dari stabil. Sejak awal pemberlakuan gencatan senjata, kedua pihak telah saling menuduh melakukan pelanggaran, sementara serangan sporadis terus terjadi.
Trump sendiri mengakui bahwa situasi tidak sederhana. Ia menyoroti peran Hezbollah sebagai faktor utama yang membuat proses perdamaian menjadi kompleks dan sulit dipastikan keberhasilannya.
Di sisi lain, Israel tetap bersikeras memiliki hak untuk membela diri. Pemerintahnya juga terus menekan Lebanon agar mengambil langkah tegas terhadap Hezbollah sebagai syarat menuju stabilitas jangka panjang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
