Ilustrasi kilang minyak. (FREEPIK)
JawaPos.com - Tiongkok menunjukkan sikap tegas terhadap Amerika Serikat dengan memblokir sanksi yang dijatuhkan kepada sejumlah kilang minyaknya akibat pembelian minyak dari Iran. Langkah ini mempertegas meningkatnya ketegangan geopolitik di tengah konflik kepentingan energi global.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Sabtu (2/5) waktu setempat, Kementerian Perdagangan Tiongkok mengumumkan telah menerbitkan perintah hukum untuk menangkal dampak sanksi AS yang menyasar lima kilang domestik. Beijing menegaskan bahwa kebijakan Washington tersebut 'tidak akan diakui, diterapkan, maupun dipatuhi'.
Mengutip Press TV, pemerintah Tiongkok menilai langkah Amerika Serikat itu melanggar hukum internasional serta norma dasar hubungan antarnegara. Dalam pernyataannya, disebutkan bahwa sanksi tersebut secara tidak sah membatasi perusahaan Tiongkok dalam menjalankan aktivitas ekonomi dan perdagangan normal dengan negara lain.
Selama ini, Tiongkok dikenal sebagai salah satu pembeli utama minyak Iran, terutama melalui kilang independen atau 'teapot refineries' yang sangat bergantung pada pasokan minyak mentah dari Republik Islam tersebut.
Sanksi ini merupakan bagian dari upaya lama Washington untuk menekan pendapatan minyak Teheran. Pada masa pemerintahan Donald Trump, AS telah menjatuhkan sanksi terhadap empat kilang Tiongkok tahun lalu.
Terbaru pada April, Washington kembali menargetkan kilang Hengli Petrochemical (Dalian) karena membeli minyak mentah Iran senilai miliaran dolar.
Di sisi lain, ketegangan juga merambah ke sektor keamanan. Angkatan Laut AS terus menargetkan kapal dagang Iran di kawasan Laut Oman dan Teluk Persia dalam kebijakan yang disebut sebagai blokade pelabuhan Iran.
Iran pun mengecam tindakan tersebut sebagai bentuk pembajakan dan memperingatkan bahwa jika keamanan pelabuhannya terganggu, maka tidak ada pelabuhan lain yang akan aman.
Sebagai respons, angkatan bersenjata Iran menutup Selat Hormuz bagi seluruh kapal, kecuali yang mendapat izin resmi dari otoritas Iran. Langkah ini meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi minyak dunia.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
