
Dua peneliti bekerja di laboratorium AI Tiongkok di tengah percepatan pembangunan jaringan komputasi nasional berbasis kecerdasan buatan / Foto: (SCMP)
JawaPos.com — Pemerintah Tiongkok mempercepat pembangunan jaringan komputasi nasional berbasis kecerdasan buatan (AI) di tengah lonjakan permintaan token AI yang kini diposisikan sebagai komoditas strategis baru era digital.
Perkembangan ini mencerminkan perubahan besar dalam cara Beijing memandang infrastruktur AI: bukan lagi sekadar layanan komersial milik perusahaan cloud, melainkan utilitas publik setara jaringan listrik dan telekomunikasi nasional.
Dorongan itu muncul ketika operator telekomunikasi besar Tiongkok mulai mencari sumber pertumbuhan baru di luar layanan data seluler dan tagihan telepon konvensional. Kini, token AI—unit dasar teks, kode, dan informasi yang diproses model AI—diperlakukan layaknya kuota internet massal yang dapat dijual langsung kepada publik.
Baca Juga:Tekanan Pasar Dorong Eropa Pangkas Pabrik Otomotif, Tiongkok Justru Perluas Produksi di Eropa
Dilansir dari South China Morning Post, Senin (18/5/2026), media pemerintah Tiongkok seperti CCTV dan Xinhua menggambarkan proyek tersebut sebagai “versi komputasi dari jaringan listrik negara.” Dalam laporan itu, token AI disebut sebagai “komoditas terukur di era AI”, serupa data seluler pada era ledakan internet 4G dan 5G.
Pemerintah Tiongkok juga menilai infrastruktur komputasi nasional harus diperlakukan sejajar dengan jaringan air, listrik, komunikasi generasi baru, logistik, dan utilitas perkotaan lain yang masuk prioritas “enam jaringan” nasional.
Data Biro Statistik Nasional Tiongkok menunjukkan panggilan token harian di negara itu telah melampaui 140 triliun pada Maret 2026, melonjak lebih dari 1.000 kali dibanding awal 2024. Lonjakan tersebut memperlihatkan bagaimana penggunaan AI generatif berkembang dari sekadar chatbot menjadi agen AI yang bekerja otomatis menjalankan tugas kompleks dan membutuhkan daya komputasi jauh lebih besar.
Direktur National Data Administration Tiongkok, Liu Liehong, mengatakan ledakan konsumsi token menandakan industri AI nasional memasuki fase pertumbuhan baru. “Perkembangan AI di Tiongkok telah memasuki fase pertumbuhan cepat ketika fokus industri bergeser menuju agen AI yang mampu menjalankan tugas untuk pengguna, bukan hanya sekadar percakapan,” ujarnya dalam forum teknologi Zhongguancun di Beijing.
Pemerintah pusat pun mulai menyiapkan investasi besar-besaran. Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional Tiongkok memperkirakan investasi pada proyek “enam jaringan” dan sektor terkait akan melampaui 7 triliun yuan atau sekitar Rp 18.088 triliun tahun ini, menggunakan kurs Rp 2.584 per yuan.
Dokumen resmi rancangan Rencana Lima Tahun ke-15 juga menyerukan pembangunan “sistem infrastruktur komputasi multilapis” dan “jaringan komputasi terintegrasi nasional” untuk menghubungkan pusat data, fasilitas superkomputer, hingga klaster AI lintas wilayah.
Di sisi industri, operator telekomunikasi Tiongkok mulai menjual token AI sebagai layanan massal baru. Shanghai Telecom meluncurkan paket komputasi AI berbasis token dengan sistem bayar sesuai pemakaian. Dalam paket tersebut, 1 yuan atau sekitar Rp 2.584 dapat membeli 250.000 poin kuota yang setara sekitar 250.000 token input pada model Kimi-K2.5. Pengguna juga bisa mengakses lebih dari 30 model AI dan membayarnya langsung melalui tagihan telepon.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
