Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Mei 2026 | 19.59 WIB

China Luncurkan Pesawat Antariksa Baru di Tengah Persaingan Panas dengan AS

Ilustrasi taikonaut Tiongkok di luar angkasa terkait pengembangan komputasi dan AI berbasis orbit melalui proyek Three-Body Computing Constellation (SCMP) - Image

Ilustrasi taikonaut Tiongkok di luar angkasa terkait pengembangan komputasi dan AI berbasis orbit melalui proyek Three-Body Computing Constellation (SCMP)

JawaPos.com - China meluncurkan pesawat antariksa berawak Shenzhou-23 pada Minggu (25/5) malam, di tengah berlanjutnya persaingan dengan Amerika Serikat. Target mereka agar salah satu astronot tidak lagi menjalankan misi enam bulan seperti biasa melainkan satu tahun penuh.

Dilansir dari Antara, Senin (25/5), Roket Long March 2F yang membawa tiga astronot dalam pesawat tersebut lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di Provinsi Gansu, China barat laut.

Misi Shenzhou-23 juga mencatat keikutsertaan warga Hong Kong pertama dalam misi antariksa nasional China. Lai Ka-ying, seorang spesialis muatan, menjadi perempuan keempat China yang pergi ke luar angkasa.

Menurut otoritas Hong Kong, Lai merupakan seorang kepala polisi di kepolisian wilayah semi-otonom tersebut serta ahli forensik komputer.

Media pemerintah China, Sabtu (23/5) melaporkan bahwa kru akan menjalankan lebih dari 100 proyek penelitian ilmiah dan eksperimen aplikasi di berbagai bidang, termasuk ilmu hayati, kedokteran kedirgantaraan, dan teknologi dirgantara baru.

Sebagai bagian dari peningkatan kemampuan antariksa China dan komitmennya terhadap keberadaan manusia jangka panjang di luar angkasa, salah satu dari tiga anggota kru diperkirakan akan menjalani eksperimen tinggal di orbit selama satu tahun di stasiun luar angkasa Tiangong.

Sejak penyelesaian pembangunan stasiun luar angkasa tersebut pada 2022, para kru dalam misi sebelumnya hanya menjalani masa tugas selama enam bulan.

Peluncuran Shenzhou-23 berlangsung ketika China dan Amerika Serikat sama-sama menargetkan pendaratan astronot di Bulan dalam beberapa tahun mendatang.

Pada April lalu, misi Artemis II milik NASA menandai penerbangan berawak mengelilingi Bulan pertama dalam lebih dari lima dekade setelah melakukan perjalanan manusia terjauh dari Bumi dalam sejarah.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore