Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 31 Mei 2026 | 00.10 WIB

Otoritas Selat Teluk Persia Sebut Sanksi AS Terhadap Pihaknya Tak Jamin Mendapat Kendali Selat Hormuz

Peta Selat Hormuz yang diterbitkan oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di wilayah yang dikuasai oleh Angkatan Bersenjata Iran, 4 Mei 2026 (Screenshot/X/@IranIntl_En) - Image

Peta Selat Hormuz yang diterbitkan oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di wilayah yang dikuasai oleh Angkatan Bersenjata Iran, 4 Mei 2026 (Screenshot/X/@IranIntl_En)

JawaPos.com - Otoritas Selat Teluk Persia Iran, menegaskan bahwa sanksi AS yang menargetkan badan tersebut tidak akan membantu Washington mendapatkan kendali atas Selat Hormuz. Badan tersebut mengutuk sanksi tersebut dan mengatakan bahwa menjadi sasaran negara "yang presidennya membanggakan pembajakan" adalah tanda kinerja positifnya.

"Anda gagal mendapatkan kendali atas Selat Hormuz melalui cara militer dan diplomasi, dan Anda juga tidak akan mencapainya melalui sanksi," tulisnya di akun media sosial X, dilansir dari Antara, Sabtu (30/5).

Badan tersebut menambahkan bahwa meskipun ada tindakan provokatif AS di Teluk dan Teluk Oman, mereka terus, tanpa gangguan, meninjau permintaan transit dan mengeluarkan izin lewat kepada kapal-kapal yang tidak bermusuhan.

Mereka juga mengatakan akan segera merilis statistik yang mencakup bulan pertama operasi.

Departemen Keuangan AS memberikan sanksi kepada badan tersebut pada Rabu (27/5), menuduhnya bertindak sebagai perpanjangan tangan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dengan memaksa kapal-kapal komersial membayar bea masuk untuk melewati Selat Hormuz.

AS mengatakan bahwa badan tersebut memaksa kapal-kapal untuk membayar apa yang digambarkan sebagai pungutan ilegal dan menyerahkan informasi sensitif sebagai imbalan atas jalur aman melalui jalur air strategis tersebut, dengan dana yang diduga disalurkan langsung ke IRGC.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan sanksi tersebut merupakan bagian dari upaya Washington untuk meningkatkan tekanan pada Iran, memperingatkan bahwa entitas yang bekerja sama dengan otoritas tersebut dapat menghadapi risiko sanksi.

Ketegangan di Timur Tengah telah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari.

Teheran membalas dengan serangan yang menargetkan Israel serta sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore