
CEO dan co-founder Vive Crop Protection, Darren Anderson, berbicara dalam konferensi Agri-Food Innovation Council di Ottawa, 26 Mei / Foto: The Western Producer
JawaPos.com — Kanada menghadapi tekanan ganda dari disrupsi perdagangan global yang semakin dalam dan ketidakpastian iklim yang mulai mengganggu stabilitas rantai pasok pangan dunia. Kondisi ini mendorong pergeseran fokus dari sekadar produksi komoditas menuju penguasaan teknologi pertanian.
Darren Anderson, CEO sekaligus pendiri Vive Crop Protection, menilai keamanan pangan kini tidak lagi bisa dipisahkan dari kendali atas inovasi teknologi. Dalam konferensi Agri-Food Innovation Council di Ottawa pada akhir Mei, dia menegaskan bahwa perubahan struktur perdagangan global telah menggeser cara negara membangun dan mempertahankan daya tawar ekonominya.
Dilansir dari The Western Producer, Rabu (3/6/2026), Anderson menyebut sistem perdagangan global saat ini berada dalam fase transisi setelah melemahnya mekanisme multilateral. “Badan banding WTO (World Trade Organization/Organisasi Perdagangan Dunia) praktis tidak berfungsi sejak 2019. Wasit telah meninggalkan lapangan dan tidak ada yang memanggil mereka kembali. Itulah dunia yang kita hadapi sekarang,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa sistem perdagangan global kini bergeser ke pola bilateral yang lebih berbasis negosiasi langsung antarnegara. “Kita bergerak ke dunia bilateral, di mana semuanya ditentukan kesepakatan demi kesepakatan dan hubungan demi hubungan. Dalam kondisi seperti itu, posisi tawar menjadi sangat penting.”
Dalam situasi tersebut, Anderson menilai keunggulan negara tidak lagi ditentukan oleh volume produksi pangan semata, melainkan oleh penguasaan sistem produksi itu sendiri. Dia menyoroti bahwa negara-negara seperti Rusia, Brasil, Argentina, Ukraina, dan Australia juga memiliki kapasitas ekspor komoditas yang serupa dengan Kanada.
“Jika daya tawar Anda hanya karena Anda menanam gandum, pihak lain di meja perundingan juga memiliki banyak pilihan,” ujarnya.
Menurut Anderson, kekuatan strategis kini bergeser ke penguasaan teknologi produksi pangan, termasuk pertanian presisi berbasis kecerdasan buatan (AI), sistem drone, input biologis, dan pengelolaan data pertanian. Dia menekankan bahwa nilai strategis tidak lagi berada pada efisiensi produksi, melainkan pada kontrol teknologi yang tidak mudah direplikasi oleh negara lain.
“Ini bukan lagi soal efisiensi atau sekadar meningkatkan output dari sumber daya yang ada. Ini soal kekuatan tawar strategis. Yang dipertaruhkan adalah apa yang Anda miliki yang tidak bisa diperoleh pihak lain di tempat lain,” katanya.
Anderson juga menyoroti ketergantungan Kanada terhadap pasokan input pertanian dari luar negeri, termasuk Tiongkok dan India. Menurutnya, kondisi tersebut menciptakan risiko struktural dalam sistem ketahanan pangan nasional.
“Kita menanam makanan, tetapi sebagian besar input yang dibutuhkan untuk memproduksinya dikendalikan pihak lain,” ujarnya, seraya menekankan bahwa keamanan pangan pada dasarnya adalah keamanan nasional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022