Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 Juni 2026 | 04.42 WIB

Pentagon Sebut Alibaba, Baidu, BYD, dan Unitree sebagai Pendukung Militer Tiongkok

BYD memamerkan N9 di bawah merek premium Denza dalam acara peluncuran di Guangzhou, Tiongkok (Reuters) - Image

BYD memamerkan N9 di bawah merek premium Denza dalam acara peluncuran di Guangzhou, Tiongkok (Reuters)

JawaPos.com - Persaingan teknologi antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok kembali memanas setelah Pentagon menetapkan sejumlah raksasa teknologi Tiongkok, termasuk Alibaba, Baidu, BYD, dan Unitree, dalam daftar perusahaan yang dinilai memiliki hubungan dengan militer Beijing. Langkah itu mempertegas bahwa rivalitas kedua negara kini semakin bergeser ke penguasaan teknologi strategis.

Kebijakan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian Washington terhadap teknologi yang berpotensi digunakan untuk kepentingan sipil maupun pertahanan. Momentum penerbitannya juga menjadi sorotan karena berlangsung kurang dari sebulan setelah pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing, ketika kedua negara berupaya mempertahankan jeda sementara dalam ketegangan perdagangan.

Dilansir dari Reuters, Selasa (9/6/2026), Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon menambahkan Alibaba, Baidu, BYD, CXMT, YMTC, WuXi AppTec, RoboSense, Unitree, dan sejumlah perusahaan lain ke dalam daftar perusahaan militer Tiongkok berdasarkan ketentuan hukum AS. 

Pentagon menyatakan perusahaan-perusahaan itu "memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai 'perusahaan militer Tiongkok'," dan masih beroperasi di Amerika Serikat. Namun, perusahaan yang tercantum tetap memiliki hak untuk mengajukan permohonan penghapusan dari daftar tersebut.

Pembaruan ini menggantikan daftar yang diterbitkan pada awal 2025 dan sebagian besar serupa dengan versi yang sempat muncul pada Februari sebelum ditarik tanpa penjelasan rinci. Salah satu perubahan penting ialah dimasukkannya dua produsen cip memori utama Tiongkok, CXMT dan YMTC, yang sebelumnya dihapus dan sempat memicu kritik dari kalangan politik AS yang mendorong sikap lebih tegas terhadap Beijing.

Tidak hanya perusahaan semikonduktor, daftar terbaru juga mencerminkan perhatian Washington terhadap industri teknologi masa depan. Unitree, produsen robot humanoid dan robot berkaki empat, ikut tercantum meski pada 1 Juni lalu Nvidia mengumumkan rencana bekerja sama dengan perusahaan tersebut untuk mengembangkan robot bagi kalangan peneliti.

Selain itu, RoboSense yang bergerak di bidang teknologi sensor kendaraan otonom dan perusahaan bioteknologi WuXi AppTec juga masuk dalam daftar baru Pentagon.

Pemerintah Tiongkok segera menolak langkah tersebut. Kedutaan Besar Tiongkok di Washington menyatakan Beijing menentang "pembuatan daftar yang bersifat diskriminatif untuk menargetkan perusahaan-perusahaan Tiongkok."

Dalam pernyataannya, juru bicara kedutaan menambahkan, "Amerika Serikat harus menghentikan praktik yang keliru itu dan menciptakan lingkungan yang adil, setara, serta tidak diskriminatif bagi perusahaan-perusahaan Tiongkok."

Sementara itu, WuXi AppTec membantah penetapan tersebut. Juru bicara perusahaan kepada Reuters menyebut pencantuman WuXi AppTec sebagai "kesalahan yang jelas" dan menegaskan pihaknya akan segera mengambil langkah untuk "memperbaiki penetapan yang keliru tersebut."

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore