
BYD memamerkan N9 di bawah merek premium Denza dalam acara peluncuran di Guangzhou, Tiongkok (Reuters)
JawaPos.com - Persaingan teknologi antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok kembali memanas setelah Pentagon menetapkan sejumlah raksasa teknologi Tiongkok, termasuk Alibaba, Baidu, BYD, dan Unitree, dalam daftar perusahaan yang dinilai memiliki hubungan dengan militer Beijing. Langkah itu mempertegas bahwa rivalitas kedua negara kini semakin bergeser ke penguasaan teknologi strategis.
Kebijakan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian Washington terhadap teknologi yang berpotensi digunakan untuk kepentingan sipil maupun pertahanan. Momentum penerbitannya juga menjadi sorotan karena berlangsung kurang dari sebulan setelah pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing, ketika kedua negara berupaya mempertahankan jeda sementara dalam ketegangan perdagangan.
Dilansir dari Reuters, Selasa (9/6/2026), Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon menambahkan Alibaba, Baidu, BYD, CXMT, YMTC, WuXi AppTec, RoboSense, Unitree, dan sejumlah perusahaan lain ke dalam daftar perusahaan militer Tiongkok berdasarkan ketentuan hukum AS.
Baca Juga:OpenAI Ajukan Dokumen Rahasia ke SEC, Buka Jalan Menuju Penawaran Saham Perdana di Wall Street
Pentagon menyatakan perusahaan-perusahaan itu "memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai 'perusahaan militer Tiongkok'," dan masih beroperasi di Amerika Serikat. Namun, perusahaan yang tercantum tetap memiliki hak untuk mengajukan permohonan penghapusan dari daftar tersebut.
Pembaruan ini menggantikan daftar yang diterbitkan pada awal 2025 dan sebagian besar serupa dengan versi yang sempat muncul pada Februari sebelum ditarik tanpa penjelasan rinci. Salah satu perubahan penting ialah dimasukkannya dua produsen cip memori utama Tiongkok, CXMT dan YMTC, yang sebelumnya dihapus dan sempat memicu kritik dari kalangan politik AS yang mendorong sikap lebih tegas terhadap Beijing.
Tidak hanya perusahaan semikonduktor, daftar terbaru juga mencerminkan perhatian Washington terhadap industri teknologi masa depan. Unitree, produsen robot humanoid dan robot berkaki empat, ikut tercantum meski pada 1 Juni lalu Nvidia mengumumkan rencana bekerja sama dengan perusahaan tersebut untuk mengembangkan robot bagi kalangan peneliti.
Selain itu, RoboSense yang bergerak di bidang teknologi sensor kendaraan otonom dan perusahaan bioteknologi WuXi AppTec juga masuk dalam daftar baru Pentagon.
Pemerintah Tiongkok segera menolak langkah tersebut. Kedutaan Besar Tiongkok di Washington menyatakan Beijing menentang "pembuatan daftar yang bersifat diskriminatif untuk menargetkan perusahaan-perusahaan Tiongkok."
Dalam pernyataannya, juru bicara kedutaan menambahkan, "Amerika Serikat harus menghentikan praktik yang keliru itu dan menciptakan lingkungan yang adil, setara, serta tidak diskriminatif bagi perusahaan-perusahaan Tiongkok."
Sementara itu, WuXi AppTec membantah penetapan tersebut. Juru bicara perusahaan kepada Reuters menyebut pencantuman WuXi AppTec sebagai "kesalahan yang jelas" dan menegaskan pihaknya akan segera mengambil langkah untuk "memperbaiki penetapan yang keliru tersebut."
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022