
Unggahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di media sosial dengan bergaya ala Naruto. (Donald Trump)
JawaPos.com – Pemerintah Jepang kembali menegaskan pentingnya menghormati hak cipta setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengunggah video yang menampilkan dirinya sebagai Naruto, tokoh utama dalam serial anime dan manga populer asal Jepang.
Seperti dilansir Kyodo, Jumat (12/6), pernyataan itu disampaikan Menteri Keamanan Ekonomi Jepang yang juga Menteri Strategi Cool Japan Kimi Onoda saat konferensi pers. Meski tidak menyebut Trump secara langsung, ia menekankan bahwa penggunaan karya berhak cipta harus mendapatkan persetujuan dari pemegang hak.
"Prinsip dasarnya adalah memperoleh izin dari pemegang hak cipta sebelum menggunakan karya tersebut. Prinsip itu berlaku sama, termasuk jika penggunanya adalah institusi publik," kata Onoda.
Menurutnya, persoalan hak cipta tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran hukum secara langsung. Sebuah karya juga berisiko digunakan dengan cara yang bertentangan dengan keinginan penciptanya sehingga dapat merusak citra karya maupun merugikan pemegang hak.
Onoda menyebut isu tersebut sebagai hal yang harus ditangani dengan sangat hati-hati. Ia juga mengungkapkan bahwa Jepang telah beberapa kali menyampaikan pandangannya kepada pihak Amerika Serikat melalui jalur diplomatik.
Kontroversi bermula setelah Trump mengunggah sebuah video di akun media sosialnya pada Sabtu lalu. Dalam video tersebut, Trump digambarkan dalam berbagai adegan, termasuk sebagai Naruto, karakter ninja yang menjadi ikon budaya pop Jepang di seluruh dunia.
Unggahan tersebut memicu kritik dari sejumlah pengguna internet. Banyak pihak mempertanyakan penggunaan karakter yang dilindungi hak cipta dalam materi komunikasi politik tanpa kejelasan izin dari pemegang hak.
Ini bukan kali pertama pemerintahan Trump menggunakan elemen budaya populer Jepang dalam unggahan media sosialnya. Sebelumnya, akun resmi Gedung Putih di platform X juga sempat mengunggah konten yang diduga menggunakan gambar dari permainan video Wii Sports milik Nintendo terkait serangan terhadap Iran dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Kasus ini kembali menyoroti sensitifnya persoalan hak cipta di Jepang. Negara tersebut selama ini dikenal sangat protektif terhadap karya kreatif, termasuk anime, manga, gim, dan berbagai produk budaya populer yang menjadi bagian penting dari strategi ekspor budaya mereka.
Bagi Jepang, perlindungan hak cipta tidak hanya menyangkut aspek hukum, tetapi juga menjaga nilai ekonomi dan reputasi industri kreatif yang telah berkembang menjadi salah satu kekuatan budaya terbesar di dunia.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
