
Kapal di Selat Hormuz, dekat Bandar Abbas, Iran (Al-Jazeera)
JawaPos.com - Harga minyak jatuh hingga 4 persen pada perdagangan Senin (15/6), setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Wakil Menteri Luar Negeri Iran menyatakan telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang yang terjadi sejak 28 Februari 2026. Selain itu, Iran juga sepakat untuk membuka Selat Hormuz untuk dilalui kapal.
Berdasarkan Investing pada Senin (15/6) harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun sebesar 4,36 persen menjadi USD 81,18 per barel dan kontrak berjangka Brent turun sebesar 3,95 persen persen menjadi USD 83,89.
Berdasarkan Reuters, AS dan Iran yang dimediatori oleh Pakistan akan menandatangani nota kesepahaman di Swiss pada hari Jumat. Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali tanpa biaya dan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran juga akan diakhiri.
"Premi risiko geopolitik yang sebelumnya telah terakumulasi dalam harga minyak kini sedang dilepas secara agresif karena para pelaku pasar mulai memperhitungkan kemungkinan pulihnya aliran pasokan minyak," kata Tim Waterer, Kepala Analis Pasar di KCM Trade dilansir Reuter.
Dunia telah kehilangan jutaan barel pasokan minyak dan gas sejak perang menyebabkan penutupan Selat Hormuz, yang merupakan jalur strategis bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia dan gas alam cair (LNG), selama lebih dari tiga bulan.
Investor juga mencermati dengan hati-hati seberapa cepat para produsen minyak di Timur Tengah dapat memulihkan produksi dan ekspor setelah kerusakan akibat perang, serta apakah lebih banyak kapal akan kembali memasuki kawasan tersebut.
"Meskipun ketidakpastian ini menunjukkan adanya risiko kenaikan terhadap perkiraan kami bahwa harga minyak Brent dapat mencapai USD 80 per barel pada akhir tahun, perlu dicatat bahwa arus minyak melalui Selat Hormuz hanya perlu kembali ke sekitar 60–70% dari tingkat sebelum perang untuk mengembalikan pasar minyak pada kondisi kelebihan pasokan seperti sebelum perang," kata Vivek Dhar, ahli strategi komoditas dari Commonwealth Bank of Australia, dalam sebuah catatan.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan bahwa kesepakatan yang lebih luas akan dinegosiasikan selama periode gencatan senjata 60 hari.
Negara-negara E4 yang terdiri dari Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia menyatakan pada hari Minggu bahwa mereka siap mencabut sanksi terhadap Iran sebagai respons atas langkah-langkah yang diambil Iran terkait program nuklirnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022