
Ilustrasi konfrontasi militer antara AS-Israel dengan Iran. (Gemini AI)
JawaPos.com - Kesepakatan terbaru antara Amerika Serikat dan Iran tidak hanya berisi penghentian perang, tetapi juga membuka peluang pencabutan sanksi ekonomi yang selama bertahun-tahun membebani Teheran.
Langkah ini menjadi salah satu bagian paling kontroversial dalam memorandum kesepahaman yang telah ditandatangani kedua negara.
Berdasarkan dokumen yang diperoleh NBC News, pemerintahan Presiden Donald Trump berkomitmen untuk mengakhiri berbagai bentuk sanksi terhadap Iran, membuka akses terhadap aset yang dibekukan, serta mulai menghapus blokade laut terhadap sejumlah pelabuhan Iran.
Sebagai gantinya, Iran kembali menegaskan bahwa mereka tidak akan mengembangkan senjata nuklir. Mekanisme pengawasan terhadap stok uranium yang telah diperkaya juga akan dirumuskan lebih lanjut dalam tahap negosiasi berikutnya.
Pejabat senior AS menyebut aspek nuklir menjadi inti dari seluruh kesepakatan. Menurutnya, komitmen Iran terkait penghancuran stok uranium yang telah diperkaya merupakan kemenangan diplomatik besar bagi Washington.
Meski demikian, perhatian publik kini tertuju pada salah satu poin yang berpotensi memicu perdebatan politik di Amerika Serikat, yakni rencana pembentukan skema pendanaan rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran senilai sedikitnya USD 300 miliar.
Dalam draft memorandum disebutkan AS akan bekerja sama dengan mitra regional untuk menyiapkan mekanisme pendanaan tersebut. Namun pejabat Gedung Putih menegaskan Washington tidak diwajibkan mengeluarkan dana langsung.
"Apa yang tertulis adalah jika kita mencapai kesepakatan final dan Iran berperilaku sesuai komitmennya, maka kita akan mengizinkan pelonggaran sanksi yang memungkinkan, misalnya, Uni Emirat Arab membangun pembangkit listrik di Iran," kata seorang pejabat senior AS.
Menurutnya, dana tersebut lebih berupa peluang investasi internasional yang baru dapat berjalan apabila Iran mematuhi seluruh kewajibannya dalam perjanjian.
Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf justru menggambarkan kesepakatan tersebut sebagai kemenangan bagi negaranya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022