
Pusat data di Ashburn, Virginia, kawasan yang dikenal sebagai salah satu pusat infrastruktur digital terbesar dunia dan kini menghadapi meningkatnya risiko akibat perubahan iklim / Foto: (The Guardian)
JawaPos.com — Ledakan investasi kecerdasan buatan (AI) yang mendorong pembangunan pusat data di berbagai belahan dunia kini menghadapi tantangan baru. Infrastruktur yang menjadi tulang punggung ekonomi digital global ternyata semakin rentan terhadap ancaman perubahan iklim, mulai dari banjir, kebakaran hutan, gelombang panas, hingga angin ekstrem.
Sebuah laporan terbaru dari perusahaan analisis risiko iklim First Street menunjukkan hampir 80 persen kapasitas pusat data global berada di wilayah dengan risiko tinggi terhadap bahaya iklim akut. Temuan ini menambah daftar kekhawatiran terhadap industri AI yang dalam beberapa tahun terakhir berkembang pesat berkat investasi raksasa teknologi seperti Amazon, Microsoft, Google, Meta, hingga berbagai perusahaan teknologi di Amerika Serikat dan Tiongkok.
Dilansir dari The Guardian, Rabu (24/6/2026), dampak risiko tersebut tidak hanya mengancam operasional pusat data, tetapi juga berpotensi meningkatkan waktu henti layanan, biaya perbaikan, dan premi asuransi.
Kepala Ekonom First Street Jeremy Porter menegaskan, “Lokasi pembangunan pusat data menentukan sebagian besar biaya operasionalnya selama 20 hingga 30 tahun ke depan. Iklim menjadi faktor penting karena kebutuhan pendinginan, air, dan keandalan sistem sangat bergantung pada lokasi. Namun, sebagian besar valuasi masih berfokus pada pertumbuhan dan menganggap risiko iklim sebagai isu sekunder.”
Selain ancaman bencana mendadak, laporan tersebut juga menemukan bahwa 54 persen pasar pusat data global menghadapi risiko kronis berupa panas ekstrem dan kekeringan berkepanjangan. Kondisi ini dapat mengganggu kinerja fasilitas sekaligus meningkatkan biaya operasional dan perlindungan asuransi.
Menurut pendiri sekaligus CEO First Street, Matthew Eby, “Sebagian besar penilaian risiko aset riil masih menggunakan data historis, tetapi iklim saat ini tidak lagi berperilaku seperti yang diprediksi oleh catatan masa lalu. Ketika gelombang panas, kekeringan, dan tekanan terhadap sumber daya air meningkat, model lama tidak lagi memberikan gambaran risiko yang utuh.”
Penelitian yang mencakup 97 pasar pusat data dunia itu memperlihatkan adanya kesenjangan besar antarwilayah. Untuk risiko banjir, angin ekstrem, dan kebakaran hutan, kawasan Amerika menjadi wilayah paling rentan dengan 86 persen kapasitas berada di pasar berisiko tinggi. Angka tersebut jauh di atas kawasan Asia-Pasifik yang mencapai 60 persen dan Eropa, Timur Tengah, serta Afrika sebesar 25 persen.
Sebaliknya, Asia-Pasifik menjadi kawasan yang paling terpapar risiko panas dan kekeringan. Porter menyebut 89 persen kapasitas pusat data di kawasan tersebut menghadapi ancaman tersebut, dibandingkan sekitar 50 persen di Amerika Serikat dan 46 persen di kawasan Eropa, Timur Tengah, serta Afrika.
Laporan itu juga menyoroti sejumlah pusat pertumbuhan baru industri pusat data. Wilayah Carolina, Atlanta, New York–New Jersey, dan Virginia Utara di Amerika Serikat masuk dalam daftar 10 kawasan paling rentan terhadap ancaman iklim akut maupun kronis.
Di luar Amerika, Johor di Malaysia dan Marseille di Prancis juga termasuk pasar yang berkembang cepat sekaligus memiliki tingkat kerentanan tinggi. Sebaliknya, wilayah dengan risiko lebih rendah seperti Helsinki di Finlandia justru tidak mengalami pembangunan secepat kawasan lain.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
