
Pendiri SoftBank Group, Masayoshi Son, saat berbicara dalam pertemuan pemegang saham terkait strategi infrastruktur kecerdasan buatan dan pusat data global / Foto: (The Business Times)
JawaPos.com — Pendiri SoftBank Group, Masayoshi Son, menolak gagasan pembangunan pusat data di orbit yang diusulkan Elon Musk. Dia menilai konsep tersebut memiliki manfaat terbatas, sementara masa depan persaingan kecerdasan buatan (AI) akan lebih ditentukan oleh kekuatan komputasi yang dibangun di Bumi dalam beberapa tahun ke depan.
Gagasan pusat data luar angkasa yang turut didorong sejumlah tokoh teknologi global, termasuk Elon Musk melalui SpaceX dan Jeff Bezos melalui Blue Origin, berangkat dari upaya mengatasi keterbatasan energi serta ruang di daratan. Namun Son menilai pendekatan tersebut belum menjadi jawaban paling relevan dalam kompetisi AI yang berkembang sangat cepat.
Dilansir dari The Japan Times, Kamis (25/6/2026), dalam rapat pemegang saham tahunan unit seluler SoftBank, Son menyebut bahwa keunggulan utama pusat data di luar angkasa adalah potensi penghematan biaya listrik. Namun dia menilai pos tersebut hanya bagian kecil dari total biaya operasional, terutama jika dibandingkan dengan perangkat inti seperti cip semikonduktor.
Dia juga menyoroti biaya peluncuran ke orbit, kebutuhan pemeliharaan, serta keterbatasan komunikasi akibat jarak yang dapat menimbulkan jeda transmisi data. Menurutnya, faktor-faktor tersebut justru menggerus efisiensi yang diharapkan dari konsep pusat data berbasis luar angkasa.
Son menegaskan bahwa struktur biaya tersebut membuat gagasan pusat data orbit kurang efisien secara keseluruhan. Dia menilai tantangan teknis dan logistik akan lebih besar dibandingkan potensi penghematan energi yang dijadikan alasan utama pengembangan konsep itu.
Selain itu, Son menekankan bahwa kompetisi AI akan ditentukan dalam jangka waktu dekat, bukan dalam horizon satu dekade ke depan. “Dalam pertempuran AI, beberapa tahun ke depan akan jauh lebih penting dibandingkan apa yang mungkin terjadi satu dekade atau lebih dari sekarang,” ujarnya dalam pertemuan tersebut.
SoftBank, lanjut Son, akan memusatkan strategi pada pembangunan kapasitas pusat data berskala besar di daratan. Dia menegaskan bahwa kecepatan eksekusi menjadi faktor penentu dalam persaingan global tersebut. “Siapa yang menyerang lebih dulu, dia yang menang,” katanya.
Meski berbeda pandangan dengan Elon Musk, Son tetap memberikan apresiasi terhadapnya sebagai figur perubahan di industri teknologi. “Dia adalah agen perubahan yang luar biasa,” ujar Son. Namun Son tetap menegaskan bahwa SoftBank akan tetap fokus memperkuat infrastruktur komputasi konvensional yang dinilainya lebih siap menghadapi lonjakan kebutuhan AI.
SoftBank sendiri telah mengalokasikan sekitar 65 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp1.169 triliun (kurs Rp17.980 per dolar AS) untuk investasi di OpenAI OpenAI, serta berkomitmen menyalurkan ratusan miliar dolar untuk pembangunan pusat data global dan infrastruktur pendukungnya. Langkah ini memperkuat posisi SoftBank dalam rantai pasok industri AI yang semakin kompetitif.
Di sisi lain, persaingan global kian intens dengan kehadiran Anthropic dan Google, sementara SpaceX dan Blue Origin terus mengeksplorasi konsep pusat data orbit sebagai alternatif masa depan. Son menilai ruang pertumbuhan AI masih sangat besar, bahkan berpotensi berkembang “sepuluh kali hingga seratus kali lipat” dari kondisi saat ini.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
