
Pekerja mengenakan kamera yang merekam setiap gerakan dan interaksi mereka di sebuah pabrik di Distrik Karur, Tamil Nadu, India / Foto: (The Guardian)
JawaPos.com — Di sebuah pabrik garmen di pinggiran Delhi, pekerja diminta memasang kamera kecil di kepala mereka sebelum mulai bekerja, tanpa penjelasan rinci dari manajemen. Kamera tersebut merekam seluruh aktivitas kerja, mulai dari gerakan tangan saat menjahit hingga interaksi antarpekerja. Belakangan terungkap, rekaman ini digunakan sebagai bagian dari pengumpulan data untuk melatih sistem kecerdasan buatan (AI) dan robot industri.
Salah satu pekerja, Lalita*, awalnya mengira perangkat tersebut hanya alat pengawasan biasa. “Cara orang memasang kamera CCTV di dinding, seperti itulah mereka memasangnya pada kami,” ujarnya. Kamera itu merekam setiap detail pekerjaannya, termasuk kecepatan tangan, ketelitian menjahit, hingga percakapan singkat di sela kerja.
“Semua orang tertawa karena tampilan kami memakai alat itu,” kata Lalita*. Namun suasana berubah cepat. Kekhawatiran soal pengawasan membuat pekerja lebih berhati-hati, percakapan mereda, dan ritme kerja menjadi tegang karena setiap kesalahan berpotensi terekam.
Menurut investigasi The Guardian, pemasangan kamera ini ternyata bukan sekadar untuk pengawasan internal pabrik, melainkan bagian dari upaya pengumpulan data guna melatih sistem robotik masa depan yang membutuhkan rekaman sudut pandang manusia (first-person recordings).
Data tersebut dikenal sebagai data egosentris, yaitu rekaman dari sudut pandang manusia yang digunakan untuk melatih robot agar memahami gerakan manusia di dunia nyata. Seperti dijelaskan dalam laporan tersebut, “Rekaman dari sudut pandang pertama atas gerakan dan interaksi manusia itu sangat penting untuk melatih robot yang suatu hari mungkin akan menggantikan manusia di lini produksi.”
Di India, data ini berkembang menjadi komoditas baru. Perusahaan seperti EgoLab yang memasok data ke klien global tercatat memiliki Tesla sebagai salah satu pelanggan utama. Elon Musk sebelumnya menyatakan bahwa “sekitar 80 persen nilai masa depan Tesla tidak akan berasal dari kendaraan listrik, melainkan dari robot humanoid.”
Ekosistem pengumpulan data ini tumbuh pesat di India. Sejumlah perusahaan seperti Humyn AI, FPV Labs, hingga Scale AI membangun rantai pasok data untuk kebutuhan industri robotik global. Menurut Puneet Jindal dari Labellerr AI, “Asia Selatan masih menjadi ‘bengkel dunia’ untuk industri padat karya, dengan skala dan keragaman tenaga kerja yang sulit ditandingi negara lain.”
Namun di balik pertumbuhan tersebut, muncul persoalan serius: data yang dihasilkan para pekerja tidak dibayar secara langsung kepada individu. Pabrik memang menerima kompensasi, tetapi para pekerja tidak memperoleh bayaran tambahan. “Dalam banyak kasus, perusahaan dapat membuat kesepakatan dengan pabrik untuk mengumpulkan rekaman dalam skala besar tanpa membayar langsung pekerja yang direkam.”
Kondisi ini memicu kritik keras dari para peneliti. Geeta Thatra dari Work Fair and Free Foundation menyoroti persoalan persetujuan yang problematik. Dia menyatakan, “Seorang pekerja mungkin tampak menyetujui penggunaan kamera saat bekerja, tetapi pada praktiknya akan sangat sulit menolak tanpa takut kehilangan pekerjaan.” Situasi ini membuat konsep persetujuan dalam hubungan kerja menjadi tidak jelas.
Dari sisi akademisi, Madhumita Dutta dari Universitas Negeri Ohio menegaskan bahwa persoalan ini tidak hanya menyangkut upah, tetapi juga kepemilikan nilai ekonomi dari data. Dia menjelaskan, “Jika pekerja tidak memahami bahwa gerakan, keterampilan, dan rutinitas mereka diubah menjadi data, maka mereka tidak memiliki ruang untuk menegosiasikan kompensasi atau menolak penggunaan lanjutan.”

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
