Ilustrasi konfrontasi militer antara AS-Israel dengan Iran. (Gemini AI)
JawaPos.com - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas setelah Teheran menolak bertemu langsung dengan utusan Presiden Donald Trump yang telah tiba di Doha, Qatar. Penolakan tersebut membuat prospek tercapainya kesepakatan damai jangka panjang semakin tidak pasti, sementara isu program nuklir Iran dan status Selat Hormuz masih menjadi ganjalan utama.
Pemerintah Iran pada Selasa (30/6) menegaskan tidak ada agenda pertemuan dengan delegasi Amerika Serikat, meski utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner telah berada di Qatar untuk melakukan pembicaraan tingkat tinggi.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan negaranya hanya akan berkomunikasi melalui mediator.
"Tidak ada pertemuan di tingkat mana pun dengan pihak Amerika yang dijadwalkan untuk beberapa hari mendatang," kata Baghaei.
Qatar, yang menjadi mediator dalam perundingan, menyatakan Perdana Menteri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani telah bertemu dengan Witkoff dan Kushner. Namun, pembicaraan langsung antara pejabat AS dan Iran belum dijadwalkan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, mengatakan kedua negara hanya akan memulai pembicaraan teknis melalui jalur yang lebih rendah.
Gencatan senjata belum benar-benar tuntas
Menurut pejabat Iran, pembahasan mengenai pembatasan program nuklir belum bisa dimulai sebelum kedua negara menyelesaikan rincian implementasi gencatan senjata yang disepakati sekitar dua pekan lalu.
Kondisi tersebut menunjukkan masih lebarnya perbedaan pandangan mengenai kerangka awal perdamaian.
Dalam rancangan kesepakatan sementara, Iran diminta melonggarkan kontrolnya terhadap Selat Hormuz sebagai imbalan insentif ekonomi. Kedua negara juga diberi waktu 60 hari untuk merundingkan kesepakatan damai permanen.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
