
Citra udara Great Green Wall Tiongkok yang menjadi proyek raksasa untuk menahan laju perluasan Gurun Gobi dan Taklamakan../(Live Science)
JawaPos.com — Proyek penghijauan raksasa Tiongkok kembali menjadi perhatian dunia setelah penelitian terbaru menunjukkan bahwa hutan yang ditanam dalam program Great Green Wall memiliki laju pertumbuhan tajuk pohon jauh lebih cepat dibandingkan hutan alami.
Temuan ini memperkaya pemahaman global mengenai efektivitas restorasi hutan sebagai instrumen mitigasi perubahan iklim, sekaligus menunjukkan bahwa manfaatnya sangat ditentukan oleh jenis hutan, usia tegakan, dan pola pengelolaannya.
Sejak 1978, Tiongkok telah menanam sekitar 66 miliar pohon melalui program Three-North Shelterbelt Program atau Great Green Wall guna menahan perluasan Gurun Gobi dan Gurun Taklamakan.
Program tersebut masih akan berlanjut dengan target penanaman 34 miliar pohon lagi hingga pertengahan abad ini, menjadikannya salah satu proyek restorasi terbesar yang pernah dijalankan di dunia.
Dilansir dari Live Science, Rabu (1/7/2026), penelitian yang dipimpin ahli ekologi lanskap Yuhang Luo dari Peking University Shenzhen menemukan bahwa hutan hasil penanaman mengalami peningkatan indeks luas daun (leaf area index) atau kepadatan tajuk 66 persen lebih cepat dibandingkan hutan alami.
Indikator tersebut menjadi salah satu ukuran penting karena berkaitan erat dengan kemampuan vegetasi menyerap karbon dioksida (CO₂).
Luo menjelaskan bahwa penelitian ini dilakukan karena sebagian besar model iklim global masih memperlakukan seluruh hutan dengan pendekatan yang sama.
"Hutan tanaman banyak digunakan dalam strategi mitigasi perubahan iklim, tetapi sebagian besar model ekosistem global belum membedakan jenis hutan maupun dinamika usia hutan secara memadai. Karena itu, kami ingin menjelaskan bagaimana faktor-faktor tersebut saling berinteraksi, bukan hanya untuk kepentingan ilmiah, tetapi juga untuk menyempurnakan model, kebijakan kehutanan, dan perhitungan karbon," ujarnya.
Berdasarkan analisis data satelit, para peneliti menemukan bahwa keunggulan pertumbuhan hutan tanaman terutama dipengaruhi usianya yang relatif lebih muda.
Meski demikian, ketika dibandingkan dengan hutan alami yang memiliki usia dan kondisi tumbuh serupa, hutan tanaman tetap mencatat laju pertumbuhan sekitar 4,6 persen lebih cepat, terutama pada hutan campuran dan hutan hijau sepanjang tahun.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022