
Massa pelayat berkumpul di Grand Mosalla untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada awal rangkaian upacara pemakaman di Teheran, 4 Juli 2026. / Foto: (The Guardian)
JawaPos.com — Upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, tidak hanya menjadi prosesi penghormatan terakhir bagi tokoh paling berpengaruh di negara itu, tetapi juga berubah menjadi panggung diplomasi yang sarat pesan politik.
Di hadapan lebih dari 30 delegasi asing yang datang ke Grand Mosalla, Teheran, setiap tamu negara disambut dengan pembacaan ayat Al-Qur’an yang berbeda, sebuah pilihan yang dinilai mencerminkan cara Iran memandang posisi masing-masing negara di tengah dinamika geopolitik kawasan.
Tradisi tersebut menarik perhatian karena ayat-ayat yang dipilih tidak sekadar menjadi bagian dari seremoni keagamaan. Sebaliknya, susunan ayat itu dipandang menyampaikan pesan simbolis mengenai hubungan Iran dengan sekutu, mitra, hingga rivalnya setelah konflik dengan Israel dan Amerika Serikat. Bahkan, urutan ayat yang dibacakan memperlihatkan semacam hierarki diplomatik yang disampaikan Teheran kepada dunia.
Dilansir dari Middle East Eye, Senin (6/7/2026), salah satu momen yang paling menyita perhatian terjadi ketika delegasi Arab Saudi memberikan penghormatan di hadapan peti jenazah Khamenei. Setelah rombongan Riyadh tiba, dibacakan Surah Ali Imran ayat 13 yang mengisahkan Perang Badar, ketika pasukan Muslim yang jumlahnya jauh lebih sedikit berhasil mengalahkan lawan yang lebih besar “dengan izin Allah”. Karena Perang Badar berlangsung di wilayah yang kini menjadi bagian Arab Saudi, pemilihan ayat tersebut dinilai bukan sebuah kebetulan.
Dalam konteks hubungan kedua negara, makna ayat itu terbuka untuk berbagai penafsiran. Di satu sisi, ayat tersebut dapat dipahami sebagai pengingat atas kemenangan awal Islam yang menjadi warisan bersama dunia Muslim. Namun, di sisi lain, ayat itu juga dinilai sebagai sindiran halus terhadap posisi Arab Saudi yang tetap dekat dengan Amerika Serikat selama perang berlangsung.
Middle East Eye juga mencatat adanya sejumlah laporan yang menuduh Riyadh diam-diam membantu operasi terhadap Iran, meski tuduhan tersebut belum mendapat konfirmasi resmi.
Selain itu, menurut laporan Middle East Eye, pemakaman tersebut bukan sekadar acara keagamaan, melainkan pertunjukan kenegaraan yang dirancang dengan simbol-simbol politik. Iran memanfaatkan prosesi itu untuk menegaskan ketahanan, memperkuat sekutu, dan mengirim pesan peringatan kepada rival.
“Pemakaman itu bersifat religius, tetapi juga merupakan panggung kenegaraan. Iran menggunakannya untuk menunjukkan kepada rakyatnya bahwa negara masih mampu mempersatukan masyarakat dalam kemenangan maupun duka, meyakinkan sekutu bahwa Teheran tidak runtuh, memperlihatkan kepada kekuatan besar bahwa mereka tidak berhasil menghancurkannya, serta mengingatkan para rival bahwa Iran tetap mengingat posisi masing-masing,” seperti dikutip Middle East Eye.
Poros Perlawanan Diposisikan sebagai Simbol Kemenangan
Pilihan ayat bagi kelompok-kelompok yang selama ini tergabung dalam apa yang dikenal sebagai Axis of Resistance atau poros perlawanan memperlihatkan pola yang konsisten. Hamas, Jihad Islam Palestina, Hizbullah, Houthi di Yaman, Hashd al-Shaabi di Irak, hingga Taliban Afghanistan sama-sama memperoleh ayat yang bertema kesyahidan, keteguhan menepati janji kepada Allah, serta kemenangan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022