Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 Juli 2026 | 19.08 WIB

PBB Serukan Semua Pihak Lanjutkan Perundingan atas Isu Nuklir Iran

Ilustrasi fasilitas pengembangan nuklir Iran. (AP).

JawaPos.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jumat, menyerukan Iran, Amerika Serikat, dan seluruh pihak terkait, agar melanjutkan perundingan secara konstruktif dan dengan itikad baik. Hal ini guna mencapai penyelesaian secara menyeluruh dan berkelanjutan atas isu nuklir Iran. 

Dalam sidang Dewan Keamanan PBB di Washington DC, Wakil Sekretaris Jenderal PBB Urusan Politik dan Pembangunan Perdamaian Rosemary DiCarlo menyampaikan pesan Sekretaris Jenderal Antonio Guterres yang menegaskan, bahwa diplomasi tetap menjadi satu-satunya jalan yang layak ditempuh meskipun masih terdapat perbedaan pandangan mengenai program nuklir Teheran.   

"Sekretaris Jenderal menyerukan seluruh pihak untuk terlibat secara konstruktif dan dengan itikad baik guna mencapai penyelesaian damai, menyeluruh, dan berkelanjutan atas isu nuklir Iran, sesuai tujuan Resolusi 2231 serta sasaran yang lebih luas untuk memperkuat perdamaian dan keamanan internasional," kata DiCarlo, dilansir dari Antara, Sabtu

Ia menambahkan bahwa kerangka bagi perundingan lanjutan tetap menjadi langkah penting menuju penyelesaian damai atas isu nuklir Iran.

DiCarlo mengatakan bahwa meskipun masih terdapat perbedaan yang cukup besar mengenai implementasi Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2231 yang mengesahkan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) atau kesepakatan nuklir Iran tahun 2015, seluruh pihak kembali menegaskan pentingnya menempuh solusi diplomatik dan menyatakan kesiapan untuk melanjutkan dialog.

Ia juga menyoroti Nota Kesepahaman Islamabad yang disepakati Amerika Serikat dan Iran pada 17 Juni sebagai bukti masih berlangsungnya upaya diplomatik.

Nota kesepahaman itu mencakup kesepakatan mengenai penyelesaian pengelolaan persediaan material nuklir Iran yang telah diperkaya, pelaksanaan pengenceran tingkat pengayaan material nuklir secara langsung di lokasi di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA), serta kelanjutan pembahasan soal pengayaan uranium dan berbagai isu lain yang berkaitan dengan kebutuhan program nuklir sipil Iran.  

DiCarlo juga mengungkapkan meningkatnya kekhawatiran terhadap kemampuan IAEA dalam memantau aktivitas nuklir Iran.

Mengutip laporan terbaru Sekretaris Jenderal mengenai implementasi Resolusi 2231, ia menyebutkan bahwa IAEA belum dapat melaksanakan kegiatan verifikasi langsung di lapangan sesuai mekanisme pengamanan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) Iran.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore