Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 Juli 2026 | 19.50 WIB

Selat Hormuz Memanas, Eropa Siapkan Skema Baru agar Kapal Tetap Aman Tanpa Bayar Tol Wajib

Ilustrasi situasi perairan di Selat Hormuz. (Reuters) - Image

Ilustrasi situasi perairan di Selat Hormuz. (Reuters)

JawaPos.com - Selat Hormuz kembali menjadi sorotan dunia setelah negara-negara Eropa mulai mengkaji skema baru yang memungkinkan kapal membayar biaya layanan navigasi secara sukarela. Langkah ini ditempuh untuk menjaga keselamatan pelayaran di salah satu jalur perdagangan minyak paling penting di dunia, sekaligus menghindari penerapan tarif wajib yang dikhawatirkan memicu ketegangan baru dengan Iran.

Usulan tersebut muncul di tengah meningkatnya tekanan Amerika Serikat (AS) kepada Iran agar memberikan jaminan publik bahwa Selat Hormuz tetap terbuka dan kapal-kapal yang melintas tidak lagi menjadi sasaran serangan. Pada saat yang sama, Oman berupaya menawarkan solusi yang dinilai lebih dapat diterima oleh berbagai pihak.

Wakil Perdana Menteri Inggris, David Lammy, menegaskan bahwa penerapan tarif wajib bagi kapal yang melintas akan menjadi langkah yang berbahaya.

Namun, sejumlah anggota kabinet Inggris mengakui bahwa pungutan untuk layanan navigasi tertentu sebenarnya sudah diterapkan di sejumlah jalur pelayaran internasional, seperti Selat Malaka dan Selat Inggris (English Channel), selama sifatnya tidak wajib dan mendapat dukungan dari Organisasi Maritim Internasional (IMO).

Eropa Pelajari Model Selat Malaka

Skema yang sedang dipertimbangkan mengadopsi mekanisme kerja sama di Selat Malaka. Dalam sistem tersebut, kapal tidak dikenai tarif hanya karena melintas, melainkan dapat memberikan kontribusi sukarela untuk mendukung layanan keselamatan pelayaran, perlindungan lingkungan, hingga kesiapsiagaan menghadapi kecelakaan laut.

Oman disebut telah menyusun proposal tersebut bersama sejumlah ahli hukum asal Inggris. Pemerintah Oman bahkan menawarkan bantuan kepada Teheran dengan mengirimkan tim ahli hukum guna menjelaskan rincian skema tersebut.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dijadwalkan mengunjungi Oman untuk membahas keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Kantor berita resmi IRNA mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei yang mengatakan, kunjungan ini akan difokuskan pada Selat Hormuz dan keselamatan pelayaran, serta merupakan &kelanjutan dari konsultasi yang telah kami mulai dengan Oman selama satu atau dua bulan terakhir'.

Oman Tolak Tarif Wajib di Selat Hormuz

Sebagai negara yang menguasai sebagian besar jalur pelayaran di Selat Hormuz, Oman menolak penerapan biaya transit yang bersifat wajib.

Sementara itu, melansir Guardian, dalam sidang Dewan IMO di London, delegasi Oman Khamis bin Mohammed Al Shamakhi menegaskan, 'Hak lintas transit melalui selat yang digunakan untuk navigasi internasional dijamin berdasarkan hukum internasional dan tidak mendukung pengenaan biaya transit terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz'.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore