
Boeing KC-135 Stratotanker Angkatan Udara AS lepas landas di Bandara Ben-Gurion, 5 Maret 2026. (YOSSI ALONI/FLASH90)
JawaPos.com - Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel kembali menunjukkan tanda-tanda keretakan baru di tengah memanasnya konflik dengan Iran. Pejabat senior US Central Command (CENTCOM) dilaporkan melayangkan protes kepada militer Israel setelah pemerintah Israel melarang tambahan pesawat pengisian bahan bakar udara milik AS mendarat di Bandara Ben Gurion.
Langkah tersebut memicu kemarahan Washington karena dinilai mengganggu kesiapan operasi militer AS di kawasan. Perselisihan ini menjadi sorotan karena terjadi saat kedua negara selama ini dikenal sebagai sekutu terdekat di Timur Tengah.
Laporan harian Yedioth Ahronoth, Selasa (14/7), menyebut para pejabat CENTCOM menghubungi komandan militer Israel dan pejabat keamanan lainnya setelah Menteri Transportasi Israel Miri Regev memerintahkan agar tidak ada lagi pesawat tanker AS yang diizinkan mendarat di bandara internasional utama negara itu.
Seorang sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan pejabat AS menyampaikan keberatan keras karena keputusan itu secara langsung menghambat kebutuhan operasional militer Amerika di tengah eskalasi yang terus berlangsung dengan Iran.
Mereka menilai armada pesawat pengisian bahan bakar udara merupakan bagian penting dari strategi pencegahan dan pertahanan AS di kawasan Timur Tengah.
Seorang pejabat militer Israel yang juga dikutip surat kabar tersebut bahkan mengakui permintaan Washington sebenarnya 'beralasan'. Ia menyebut pesawat-pesawat tanker itu sebagai 'aset strategis' yang memiliki peran penting dalam persiapan operasi gabungan menghadapi potensi ancaman dari Iran.
Perselisihan Dipicu Kepadatan Bandara Ben Gurion
Ketegangan ini bermula ketika Israel menghentikan rencana pemindahan pesawat tanker AS dari area parkir Bandara Ben Gurion. Sebelumnya, lokasi tersebut akan digunakan untuk menampung pesawat sipil selama puncak musim liburan musim panas.
Meski demikian, empat pesawat tanker tambahan milik AS dilaporkan tetap mendarat pada Senin malam tanpa koordinasi sebelumnya. Dengan kedatangan itu, jumlah pesawat tanker Amerika yang berada di Bandara Ben Gurion meningkat menjadi 33 unit.
Padahal, menurut laporan tersebut, Israel dan AS sebelumnya telah menyepakati hanya sekitar 20 pesawat tanker yang ditempatkan di Ben Gurion dari sekitar 100 pesawat yang dikerahkan Washington di kawasan Timur Tengah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
