
Ilustrasi konfrontasi militer antara AS-Israel dengan Iran. (Gemini AI)
JawaPos.com - Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Iran. Menurut anggota Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ahmad Bakhshayesh Ardestani, serangan tersebut bertujuan melemahkan posisi tawar Teheran menjelang perundingan lanjutan.
Dalam wawancara dengan RIA Novosti yang dipublikasikan pada Jumat (17/7), Ardestani mengatakan Pakistan, Qatar, dan Turki masih berupaya menjadi mediator dalam meredakan ketegangan antara kedua negara.
"Pakistan, Qatar dan bahkan Turki masih melakukan upaya mediasi. Namun, Amerika masih meyakini bahwa mereka akan mampu melemahkan Iran sampai batas tertentu sebelum perundingan berikutnya," kata Ardestan dilansir dari Antarai. Ia menambahkan bahwa tujuan utama Washington adalah melemahkan posisi Iran di Selat Hormuz.
Menurut Ardestani, Amerika Serikat melancarkan serangan baru karena nota kesepahaman yang sebelumnya ditandatangani Teheran dan Washington belum merupakan dokumen yang komprehensif serta masih memuat sejumlah ketentuan yang dinilai ambigu dan dapat ditafsirkan berbeda oleh kedua pihak.
Sebagai contoh, ia menyoroti butir kelima dalam dokumen tersebut yang mengatur bahwa pengelolaan Selat Hormuz dilakukan berdasarkan mekanisme Iran dengan bekerja sama bersama Oman.
"Namun, karena Oman adalah negara Arab, negara itu lebih rentan terhadap pengaruh negara-negara Teluk Arab dan juga berada di bawah tekanan Amerika Serikat," ujarnya.
Ardestani menilai bahwa Washington berupaya memanfaatkan apa yang disebut sebagai koridor Oman untuk pelayaran kapal-kapal melalui Selat Hormuz. Menurut dia, langkah itu bertujuan mengurangi peran Iran dalam mekanisme pengelolaan Selat Hormuz pada pembahasan lanjutan mengenai isu nuklir maupun status selat tersebut.
Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut menjadi salah satu alasan kembali berlanjutnya perang yang saling melemahkan antara kedua pihak.
Pada malam menuju 18 Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman secara tidak langsung yang mengatur penghentian konflik militer.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022