
Gempa M 7,1 melanda Kumamoto, Jepang. Korban jiwa sedikitnya 18 orang. (Istimewa)
JawaPos.com - Jumlah korban tewas akibat gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang barat daya, terus bertambah. Hingga Rabu (29/7) malam, sedikitnya 18 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 62 lainnya mengalami luka-luka, enam di antaranya dalam kondisi serius.
Tim penyelamat yang terdiri dari ratusan personel militer, pemadam kebakaran, dan relawan masih berpacu dengan waktu mencari korban yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan pusat perbelanjaan hingga bangunan yang ambruk.
Hingga kini, jumlah warga yang masih hilang belum dapat dipastikan sehingga angka korban diperkirakan masih bisa bertambah. Gempa terjadi pada Selasa (28/7) sore waktu setempat dengan pusat gempa berada sekitar 20 kilometer di selatan Kota Kumamoto yang berpenduduk sekitar 700.000 jiwa.
Baca Juga:Ketua SEC Paul Atkins Dukung RUU Kripto AS, Dorong Kongres Segera Sahkan Crypto Clarity Act
Salah satu lokasi dengan dampak terparah berada di pusat perbelanjaan Aeon Mall di Kota Kashima. Saat gempa terjadi, mal tersebut dipenuhi ribuan pengunjung. Pengelola sempat mengevakuasi sekitar 3.000 orang ke area parkir sebelum ledakan gas terjadi di bagian lain gedung.
Ledakan tersebut menyebabkan lantai dua mal runtuh dan menjebak sejumlah orang di dalamnya. Berdasar data terbaru, empat orang dipastikan meninggal dunia di lokasi tersebut, sementara tiga lainnya masih dinyatakan hilang.
"Kami menganggap sangat serius bahwa ledakan telah terjadi dan nyawa yang sangat berharga telah hilang," kata Presiden Aeon Akio Yoshida, dalam konferensi pers di Kumamoto dilansir via Al-Jazeera.
Selain di pusat perbelanjaan, korban jiwa juga bertambah akibat runtuhnya cerobong di pabrik Nippon Paper Industries di Kota Yatsushino. Lima pekerja meninggal dunia, sementara tujuh lainnya berhasil diselamatkan dari reruntuhan. Otoritas setempat menyebut empat orang lainnya masih diyakini terjebak.
Seorang pekerja magang asal Vietnam juga meninggal setelah tertimpa crane yang roboh di pabrik tempatnya bekerja. Pemerintah Vietnam menyebut korban baru tiba di Jepang pada Januari lalu. Tujuh pekerja magang Vietnam lainnya berhasil menyelamatkan diri, sedangkan seorang perempuan Vietnam mengalami luka setelah tertimpa tembok yang runtuh.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus menegaskan bahwa operasi penyelamatan menjadi prioritas utama pemerintah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022