Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Juli 2026 | 00.28 WIB

Irak Kecam Serangan Gabungan Amerika Serikat dan Arab Saudi yang Menargetkan Pasukan Mobilisasi Resmi Negara

Kepulan asap yang naik setelah serangan terhadap kilang Saudi Aramco (al-Jazeera) - Image

Kepulan asap yang naik setelah serangan terhadap kilang Saudi Aramco (al-Jazeera)

JawaPos.com – Kelompok bersenjata Irak mengecam serangan gabungan Amerika Serikat dan Arab Saudi yang menargetkan sejumlah lokasi Pasukan Mobilisasi Populer (PMF).

Dilansir dari laman al-Jazeera pada Kamis (30/7), PMF menyebut serangan tersebut sebagai eskalasi yang sangat berbahaya dan pelanggaran terhadap kedaulatan Irak. Dalam pernyataannya, PMF mengungkapkan sedikitnya 20 anggotanya tewas, sementara 32 lainnya mengalami luka-luka. Serangan itu memicu ketegangan baru di kawasan Timur Tengah.

Amerika Serikat melalui Komando Pusat (CENTCOM) dan Arab Saudi menyatakan operasi militer tersebut ditujukan kepada kelompok milisi yang didukung Iran. Riyadh menyebut serangan dilakukan sebagai respons terhadap serangan pesawat nirawak yang sebelumnya mengincar fasilitas perminyakan di wilayah Arab Saudi.

Pemerintah Arab Saudi menegaskan operasi tersebut dilaksanakan melalui koordinasi dengan militer Amerika Serikat. Meski demikian, Riyadh mengklaim tidak menginginkan eskalasi konflik yang lebih luas.

Kelompok Perlawanan Islam di Irak membantah terlibat dalam serangan pesawat nirawak terhadap Arab Saudi. Kelompok itu menyebut tuduhan Riyadh sebagai rekayasa dan memperingatkan akan memberikan respons keras terhadap setiap tindakan yang dianggap sebagai agresi.

Kementerian Luar Negeri Iran turut mengutuk serangan tersebut dengan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Irak. Kecaman serupa juga disampaikan oleh otoritas Irak yang menolak segala bentuk serangan di wilayah negaranya.

Pemerintah Irak menegaskan bahwa PMF merupakan bagian resmi dari pasukan keamanan negara yang berada di bawah komando perdana menteri. Menyusul serangan tersebut, Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi segera menggelar rapat darurat Dewan Menteri untuk Keamanan Nasional guna membahas situasi yang berkembang.

Pertemuan itu difokuskan pada langkah-langkah menjaga stabilitas keamanan nasional serta merespons meningkatnya ketegangan di kawasan. Insiden tersebut kembali memperlihatkan rumitnya dinamika keamanan dan hubungan politik di Timur Tengah.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore