
Foto memperlihatkan rudal jelajah Tomahawk yang diluncurkan dari kapal perusak Chokai milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF) yang dilengkapi sistem Aegis di Samudra Pasifik, lepas pantai Amerika Serikat, pada Selasa 28 Juli 2026 waktu setempat. (Foto: Kementerian Pertahanan Jepang/Kyodo)
JawaPos.com – Pasukan Bela Diri Jepang (Self-Defense Forces/SDF) untuk pertama kalinya berhasil melakukan uji peluncuran rudal jelajah Tomahawk buatan Amerika Serikat dari kapal perusak Chokai yang dilengkapi sistem tempur Aegis. Uji coba tersebut menjadi bagian dari upaya Jepang memperkuat kemampuan pertahanannya.
Seperti dilansir Kyodo, Jumat (31/7), Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan uji tembak dilakukan pada Selasa waktu setempat di Samudra Pasifik, lepas pantai Amerika Serikat. Pengujian itu menjadi tonggak penting dalam modernisasi sistem persenjataan Pasukan Bela Diri Jepang.
Pemerintah Jepang dalam beberapa tahun terakhir mempercepat penguatan kemampuan militernya di tengah meningkatnya tantangan keamanan di kawasan. Salah satu langkah utamanya adalah mengakuisisi rudal jelajah Tomahawk yang memiliki jangkauan serangan jauh.
Strategi Keamanan Nasional Jepang yang diadopsi pada 2022 membuka jalan bagi negara tersebut untuk memiliki kemampuan menyerang pangkalan rudal musuh. Pemerintah menegaskan kemampuan tersebut dimaksudkan sebagai langkah pertahanan diri yang tetap berada dalam batas-batas Konstitusi Jepang yang berhaluan pasifis.
Kapal perusak Chokai milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang dijadwalkan kembali ke pangkalan asalnya di Sasebo, Prefektur Nagasaki, sekitar September mendatang. Setelah itu, kapal tersebut akan mulai bertugas di perairan sekitar Jepang dengan membawa kemampuan peluncuran rudal Tomahawk.
Kementerian Pertahanan menyatakan seluruh delapan kapal perusak Aegis milik Jepang nantinya akan dipersenjatai dengan rudal jelajah Tomahawk. Langkah ini diharapkan memperkuat kemampuan pertahanan sekaligus meningkatkan daya tangkal Jepang terhadap berbagai ancaman di kawasan.
Uji coba tersebut mencerminkan perubahan besar dalam kebijakan keamanan Jepang yang selama beberapa dekade lebih berfokus pada kemampuan pertahanan terbatas. Kini, Tokyo mulai mengembangkan kemampuan serangan balik sebagai bagian dari strategi untuk menghadapi ancaman rudal yang semakin berkembang.
Pemerintah Jepang menegaskan seluruh penguatan kemampuan militer dilakukan dalam kerangka pertahanan diri dan sesuai dengan hukum nasional. Kebijakan tersebut juga disebut sebagai respons terhadap dinamika keamanan regional yang semakin kompleks dalam beberapa tahun terakhir.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022