Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Agustus 2026 | 19.59 WIB

Sempat Selamat dari Gempa, Dua Korban Ledakan Mal AEON Diminta Masuk Lagi untuk Simpan Uang

AEON Mall di Kota Kashima, Prefektur Kumamoto, pada 1 Agustus 2026, setelah operasi pencarian dan penyelamatan berakhir menyusul ledakan yang terjadi pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 pada 28 Juli. (Kyodo) - Image

AEON Mall di Kota Kashima, Prefektur Kumamoto, pada 1 Agustus 2026, setelah operasi pencarian dan penyelamatan berakhir menyusul ledakan yang terjadi pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 pada 28 Juli. (Kyodo)

JawaPos.com - Fakta baru terungkap dalam tragedi ledakan di Mal AEON, Prefektur Kumamoto, Jepang. Dua perempuan yang menjadi korban tewas ternyata sempat berhasil dievakuasi setelah gempa, tetapi kemudian diminta kembali masuk ke dalam gedung oleh perusahaan tempat mereka bekerja.

Seperti dilansir Kyodo, Senin (3/8), keduanya diminta kembali ke toko untuk menyimpan uang hasil penjualan ke dalam brankas. Tidak lama setelah itu, ledakan yang diduga dipicu kebocoran gas mengguncang pusat perbelanjaan tersebut.

Perusahaan Habita Inc., yang mengelola toko tempat kedua korban bekerja, mengonfirmasi fakta tersebut pada Minggu. Dua petinggi perusahaan juga telah mendatangi keluarga salah satu korban untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

Salah satu korban adalah Kurumi Otake, 22 tahun. Setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto pada 28 Juli, Otake sempat keluar dari Mal AEON di Kota Kashima bersama pengunjung dan karyawan lainnya.

Namun, rekaman dan keterangan saksi menunjukkan ia kemudian kembali memasuki gedung. Tak lama berselang, ledakan terjadi dan merenggut nyawanya.

"Ibu tidak akan bisa melihat putriku kembali," kata ibu Otake sambil menangis saat acara persemayaman.

Seorang kerabat laki-laki mengatakan Otake memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. Ia mengenang suasana hangat bersama keluarga sekitar tiga bulan lalu, ketika mereka masih sempat bercanda dan tertawa bersama.

Banyak teman korban menghadiri persemayaman tersebut. Manajer penjualan Habita mengakui keputusan meminta karyawan kembali ke dalam gedung merupakan kesalahan besar.

"Kalau dipikir sekarang, itu sama sekali tidak sebanding dengan sebuah nyawa," ujarnya.

Habita didirikan pada 1976 dan mengoperasikan lebih dari 10 toko di wilayah Kyushu. Perusahaan menyerahkan kronologi tertulis kepada keluarga korban sebagai bagian dari penjelasan atas insiden tersebut.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore