
Fenomena gerhana matahari (angelo.edu)
JawaPos.com – Gerhana matahari total diperkirakan melintasi Spanyol, Islandia, dan Greenland pada 12 Agustus 2026 sekaligus menghadirkan salah satu fenomena astronomi paling langka tahun ini.
Dilansir dari laman AP News pada Senin (3/8), Peristiwa tersebut menjadi gerhana matahari total pertama yang melintasi daratan Spanyol dalam lebih dari satu abad. Fenomena ini terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu garis lurus sehingga cahaya Matahari tertutup sepenuhnya oleh Bulan.
Gerhana akan dimulai dari kawasan dekat Kutub Utara sebelum bergerak ke selatan melintasi Samudra Atlantik.
Durasi gerhana total diperkirakan mencapai dua menit 18 detik, dengan puncak gerhana terjadi di lepas pantai barat Islandia. Saat mencapai sebagian wilayah Portugal dan Spanyol menjelang matahari terbenam, durasi totalitas diperkirakan berlangsung sekitar satu menit sebelum berakhir di Laut Mediterania.
Selain wilayah jalur utama gerhana total, gerhana sebagian juga dapat disaksikan di Kanada, Amerika Serikat bagian utara, sebagian besar Eropa, Afrika Barat, Alaska, hingga Siberia. Pengamat di wilayah yang lebih dekat dengan jalur totalitas akan melihat persentase penutupan Matahari yang lebih besar dibandingkan daerah lain.
Para ahli mengingatkan masyarakat untuk menggunakan kacamata gerhana khusus demi melindungi mata selama pengamatan.
Fenomena langit tersebut juga akan bertepatan dengan parade enam planet sebelum fajar serta puncak hujan meteor Perseid pada malam harinya. Kombinasi berbagai peristiwa astronomi itu diperkirakan menghadirkan pengalaman langit yang sangat langka bagi para pengamat.
Sejumlah lembaga, termasuk Badan Antariksa Eropa (ESA), NASA, dan berbagai observatorium internasional, dijadwalkan menyiarkan gerhana secara langsung.
Gerhana matahari total Agustus menjadi pembuka rangkaian fenomena astronomi besar yang akan berlanjut pada 2027 dan 2028. Pada 2 Agustus 2027, gerhana matahari total dengan durasi lebih dari enam menit diperkirakan kembali melintasi Spanyol hingga Afrika Utara dan Timur Tengah.
Para ilmuwan berharap rangkaian fenomena tersebut dapat memberikan data penting untuk penelitian atmosfer Matahari, korona, dan dampaknya terhadap atmosfer Bumi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022